Berita

boediono/net

Hukum

Sudah Bisa Ditebak, Cepat atau Lambat Boediono Akan Jadi Tersangka

Diusulkan Pemanggilan Ketiga Setelah Tak Jadi Wapres
RABU, 05 MARET 2014 | 15:09 WIB | LAPORAN:

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengatakan, dalam persidangan kasus bailout Century dengan terdakwa bekas Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Budi Mulya yang mulai digelar besok akan terkuak siapa-siapa saja yang berperan.

Tim Pengawas (Timwas) Bank Century DPR RI menyambut dan mendukung pernyataan Abraham Samad tersebut.

"Kami berharap melalui persidangan kasus Century ini, misteri dan aktor intelektual dalam skandal ini bisa diungkap," kata Anggota Timwas Fraksi PDI Perjuangan, Hendrawan  Supratikno di gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/3).


Namun, Anggota Komisi IV DPR ini menilai janji Abraham Samad itu sudah agak terlambat.  Sebab Abraham katanya pernah menjanjikan hal yang sama  yakni  sebelum tahun 2014.

"Tentunya kita berharap persidangan-persidangan nanti betul-betul mampu menyibak tabir persoalan Century," ujar Hendrawan lagi.

Dia menegaskan, sebenarnya jika dilihat dari proses pengucuran FPJP maupun penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, peran Budi Mulya termasuk marjinal. Itu sebabnya menjadi menarik, karena persidangan ini akan memunculkan nama-nama aktor yang lebih sentral peranannya.

"Tentunya sudah bisa ditebak, pasti akan lari ke Pak Boediono cepat atau lambat," katanya.

Apalagi, ujar Hendrawan, Wapres Boediono pada waktu itu adalah Gubernur BI. Makanya, Timwas mengundang Boediono untuk yang kedua kali. Dan pihaknya akan menggelar rapat tim kecil, untuk menentukan apakah undangan yang ketiga itu dilayangkan Ke Boediono pada masa reses atau tidak.

Hendrawan mengusulkan undangan ketiga itu dilayangkan pada tanggal 28 Oktober 2014, ketika Boediono sudah tidak lagi menjabat Wapres. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya