Berita

saleh husin

Demi Temui Warga di Daerah Pedalaman NTT, Saleh Husin Tunggangi Kuda

SELASA, 04 MARET 2014 | 10:43 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Lokasi desa terpencil di kawasan Nusa Tenggara Timur yang sulit dicapai dengan kendaraan roda empat tak menyurutkan langkah Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husin untuk menembusnya.

Bahkan, hanya untuk menemui dan menyerap aspirasi konstituennya di desa Mbatapuhu, Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur, NTT, calon anggota DPR RI untuk daerah pemilihan NTT II rela menunggangi kuda.

Karena itulah, menunggangi kuda khas Sumba yang dikenal sebagai Kuda Sandelwood agar bisa menyapa konstituen menjadi kesan tersendiri bagi Saleh Husin, yang saat ini masih duduk sebagai anggota Komisi V DPR.


"Saya pernah naik kuda. Namun menyusuri padang sabana seperti ini baru kali pertama saya lakukan. Dengan ini, saya bisa meresapi kondisi dan keluhan warga terkait keterbatasan yang menjadi menu harian warga," ungkap Saleh Husin kemarin saat menyambangi daerah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Saleh Husein menegaskan komitmen partainya terkait pemerataan pembagunan. Katanya, Hanura akan terus memperjuangkan pemerataan pembangunan daerah tertinggal.

"Seperti halnya desa Mbatapuhu ini, sejatinya bagian tak terpisahkan dari NKRI. Namun sayang, kesannya terabaikan, padahal warga disini sangat mencintai bangsa dan merindukan rasa peduli para petinggi dan penyelenggara negara," tegas Saleh.

"Kita butuh pimpinan dan wakil rakyat yang punya kepekaan hati dan kepedulian nurani," sambung Saleh Husin yang sontak disambut pekikan "hidup Hanura" dari seribuan warga yang hadir, disambut pula pekikan khas ibu-ibu yang lazim disebut dengan istilah kakalaku.

Warga daerah itu memang menyambut antusias kedatangan Saleh Husin. Tak hanya warga biasa, para tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat bahkan menyambut secara adat. Karena bagi mereka, ini adalah sejarah baru. Pasalnya, jangankan anggota DPR-RI, anggota DPRD dan pejabat daerah saja hampir tidak pernah menemui mereka.

"Maklum, daerah kami ini terkategori tertinggal juga kami sudah jenuh dengan aneka janji muluk, poster dan baliho yang justru kami tak permah lihat langsung orangnya," tandas Ama Nai Nita salah seorang warga. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya