Berita

surahman hidayat/net

PKS: Pelaku Bisnis Video Porno Anak Bisa Dipenjara 12 Tahun!

RABU, 26 FEBRUARI 2014 | 08:22 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pelaku pornografi bisa diancam pidana penjara paling singkat enam bulan dan paling lama 12 tahun atau pidana denda paling sedikit Rp 250 juta dan paling banyak Rp 6 miliar. Hal ini sebagaimana diatur dalam UU 44/2008.

Demikian disampaikan anggota Komisi X dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Surahman Hidayat, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 25/2).

Pernyataan Surahman ini terkait dengan kinerja polisi yang berhasil menangkap pelaku child pornography online di Bandung, Jawa Barat atas nama Deden Martakusumah. Deden ditangkap sebagai pengelola situs porno.


Selain mengapresiasi kinerja polisi, Surahman juga meminta agar pelaku segera diproses dengan hukum yang berlaku. Hal ini agar memberikan efek jera bagi siapa saja pelaku penyebaran pornografi, yang sangat merusak generasi muda bangsa.

"Semua komponen bangsa tanpa terkecuali, harus ikut berperan aktif  dalam usaha memberantas penyebaran bentuk pornografi yang sangat berbahaya bagi perkembangan mentalitas generasi muda Indonesia," tegas Surahman.

Senin lalu (23/2), polisi berhasil Deden dan  berhasil menemukan 120 ribu file video porno. Di antara ribuan file itu juga ada video pornografi anak-anak. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya