Berita

sby-boediono/net

SURVEI INES

Lebih dari 70 Persen Publik Nilai SBY-Boediono Gagal Sejahterakan Rakyat

KAMIS, 20 FEBRUARI 2014 | 15:35 WIB | LAPORAN:

. Mayoritas publik Indonesia menilai pemerintahan SBY-Boediono gagal sejahterakan rakyat Indonesia. Hal ini terekam dalam survei Indonesia Network Election Survey (INES)

Demikian disampaikan Direktur Executive INES, Irwan Suhanto, saat memaparkan Survey Elektabilitas Partai Politik dan Capres Jelang Pemilu 2014 bertema "Siapa Menabur Akan Menuai" di Whiz Hotel, Cikini Jakarta (Kamis, 20/02)

"Sekitar 74,4 persen responden menyatakan keadaan ekonomi dan kesejahteraan rumah tangga rakyat dalam keadaan menurun.Daya beli masyarakat semakin menurun dan kehidupan ekonomi rakyat dalam memenuhi biaya kehidupan sehari-hari sangat berat," jelas Irwan Suhanto.


Menurut responden, ungkap Irwan, SBY-Boediono gagal mengendalikan harga bahan pokok, dan ini menjadi penyebab utama kegagalan SBY-Boediono dalam mensejahterakan rakyat.

"Hanya 12,6 responden mengatakan keadaan ekonomi selama pemerintahan SBY-Boediono tidak bermasalah. Itu pun hanya responden yang memiliki penghasilan di atas Rp 10 juta per bulan yang tidak terpengaruh kenaikan harga bahan poko," beber Irwan

Irwan menjelaskan, populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang mempunya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Jumlah sampel yang didapat adalah 7.937 responden, dengan tingkat kepercayaan survei 95 persen. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka, dan survei ini dilakukan pada 1 sampai 14 Februari 2014. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya