Berita

Fadel Muhammad

Wawancara

WAWANCARA

Fadel Muhammad: Caleg Diberi Pesan, Wilayah Kawan Kita Jangan Digarap Agar Tak Ada Gesekan

RABU, 19 FEBRUARI 2014 | 09:32 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Fadel Muhammad dipercaya Partai Golkar menjadi ‘komandan’ pemenangan Pemilu 2014 di wilayah Indonesia Timur.

Wakil Ketua Umum Partai Gol­­kar itu tentu harus berjuang ke­ras untuk mewujudkannya. Ti­dak heran, bila bekas Menteri  Ke­laut­an dan Perikanan itu selalu ber­ada di Indonesia Timur untuk me­­rapatkan barisan demi me­wu­jud­kan kemenangan Golkar di sana.

”Sebagai penanggung jawab pemenangan Golkar di wilayah Indonesia Timur, tentu saya harus bekerja keras, apalagi sejumlah ka­der dipanggil KPK,” kata Fa­del Muhammad kepada Rakyat Mer­deka, di Gorontalo, Minggu (16/2).  
 

 
”Kami akan sumbangkan suara sebesar-besarnya dari wilayah In­donesia Timur agar Golkar men­jadi pemenang Pemilu 2014,” tambahnya.

Berikut kutipan selengkapnya:


Beberapa kader Golkar ter­seret kasus,  apa tidak ber­dam­pak pada suara Golkar?
Dengan beberapa kader di­pang­gil KPK,  saya mem­bi­ca­rakan hal ini dengan teman-te­man di kepengurusan DPP. Kalau ok­num-oknum atau orang per orang melakukan korupsi, silakan dihukum, tapi bukan partainya.

Golkar merupakan partai se­nior. Kalau ada kader bermasalah hu­kum, tentu menyerahkan ke­pada proses hukum yang ada. Saya juga meminta agar masya­ra­kat dapat membedakan antara per­­buatan oknum dengan per­buatan partai.

Apa tindakan DPP atas ka­sus-kasus itu?
Kalau ada kader yang tidak be­nar, tentu kami amputasi dan se­rah­kan kepada hukum, tanpa pi­lih bulu.

Parpol mana saingan ter­be­rat Golkar di wilayah Indo­ne­sia Timur?
PDIP, PPP dan Demokrat  men­jadi pesaing terberat bagi Partai Golkar di Indonesia Timur. Apalagi sekarang masyarakat su­dah sangat cerdas. Bukan hanya memilih partai, tapi sudah mam­pu memilah dan memilih figur caleg seperti apa yang mereka ha­rapkan.

Dengan ketatnya persaingan, apa Anda yakin Golkar me­nang Pemilu 2014?
Ya. Golkar kan pernah me­me­nangkan  pemilu. Sekarang ini ada tiga cara yang harus ditem­puh untuk bisa meraih keme­nang­an, seperti sudah saya bica­rakan dengan Ketua Umum Par­tai Gol­kar, Bapak Aburizal Bak­rie.

Apa itu?
Pertama, kita minta kepada se­mua kepala daerah yang memang ada kaitannya dengan Partai Gol­kar untuk menjaga posnya ma­sing-masing dan membantu terus agar kemenangan Golkar bisa di­pertahankan, khususnya di wi­layah timur.

Kedua, calon legislatif harus ditugaskan untuk memenangkan Pe­milu 2014 di daerah masing-masing.

Ketiga, saya berharap seluruh ka­der menggelorakan ‘suara Gol­kar, suara rakyat’.

Tiga hal ini su­dah saya sampaikan dan diminta un­t­uk terus dijaga.

Bagaimana cara mem­per­tahankan suara di wilayah In­donesia Timur?
Suara Golkar di wilayah Indo­ne­sia Timur ini kebetulan me­mi­liki basis pemilih yang kuat se­kali. Kami akan pertahankan. Dari tiga pemilu sebelumnya, sua­­ra Golkar di Wilayah Indo­ne­sia Timur masih kuat. Saya ber­ha­rap suara Golkar di sini bisa men­capai 40 persen dalam Pemilu 2014.

Apa nantinya itu menjadi ang­ka riil?
Ya, menjadi angka riil kalau langkah-langkah yang sudah saya sebutkan tadi bisa dijalankan dengan baik oleh seluruh kader Partai Golkar.

Apa cukup dengan itu?
Tidak. Selain penggalangan kekompakan kader yang menjadi caleg di daerah, kami juga akan meng­angkat lagi tokoh senior Gol­kar di wilayah Indonesia Timur.

Mereka bersedia membantu?
Ya, mereka menyatakan siap membantu dan menyatakan diri ma­sih tetap setia. Maka saya opti­mistis Insya Allah 9 April 2014 Golkar keluar sebagai pemenang di wilayah Indonesia Timur dan se­cara nasional.

Adakah cara jitu bagi caleg agar bisa memenangkan per­tarung­an?
Politik itu adalah upaya mem­ba­ngun public trust. Keme­nang­an Golkar di Pemilu 2014 harus diraih dengan basis public  trust. Artinya, para caleg harus mampu mem­bangun kepercayaan dan ha­rapan yang besar bagi masyarakat ter­hadap Partai Golkar.

Bagaimana cara memba­ngun public trust?
Seluruh kader Golkar harus mem­bangun public trust  melalui garis kebijakan partai yang tegas, yakni; jika ada kader Golkar me­lakukan tindakan yang me­lang­gar atau bertentangan dengan hu­kum, itu adalah tindakan pribadi. Ti­dak ada kaitannya dengan orga­ni­sasi.  Itu selalu kami sosial­i­sasi­kan kepada masyarakat bahwa Golkar tunduk pada aturan hu­kum yang berlaku.

Public  trust itu dapat diraih dari manajemen Partai Golkar yang selalu mengutamakan pada kinerja aksi dan kinerja hasil sebagai implementasi doktrin karya dan kekaryaan.

Saat melakukan kinerja aksi, caleg harus mampu berusaha me­wujudkan mimpi masyarakat berupa kinerja hasil yang menjadi out come yang dirasakan ma­sya­rakat. Ini yang diharapkan akan meng­hasilkan public trust terse­but.

Apa  caleg sudah mampu meraih public trust itu?

Masih kurang, tapi ke depan untuk meningkatkan kinerja Partai Golkar, organisasi partai harus solid. Ini indikator bahwa partai  dikelola dengan baik dan amanah. Selain itu, mesin partai harus fokus bekerja dalam me­ning­katkan elektabilitas partai di 2014 dengan menjadi kader atau caleg yang mampu mengungguli kader partai lain untuk meraih hati rakyat.

O ya, apa Golkar melakukan strategi survei elektabilitas par­tai?

Ya. Hasil survei Maret 2013 dan Januari 2014 sudah kami buat berdasarkan prediksi Koor­dinator Daerah Pemilihan (Kor­dapil) Partai Golkar.

Hasilnya bagaimana?

Menunjukkan hasil yang cu­kup baik.  Ini bisa menjadi ind­i­kasi bahwa mesin partai itu ber­jalan dengan baik untuk mela­ku­kan pemenangan Pemilu 2014.

Bagaimana menghindari konflik caleg di internal?
Memang tidak mudah, tapi ka­lau wilayahnya besar bisa di­atur pem­bagian wilayah dan saling mem­perkuat sistim sampai ke ba­wah. Artinya jangan garap wilayah yang digarap kawan kita yang akhirnya terjadi gesekan. Sua­ra Golkar akan bertambah be­sar kalau kita semua kompak. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya