Berita

Penanganan Antisipasi Erupsi Gunung Kelud Diapresiasi

SENIN, 17 FEBRUARI 2014 | 22:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengapresiasi antisipasi yang dilakukan pemerintah sebelum Gunung Kelud mengalami erupsi pada Kamis tengah malam lalu. Menurutnya, dibanding penanganan Gunung Sinabung, persiapan sebelum bencana Gedung Kelud sudah lebih bagus.

"Sudah bagus, bagus," kata Jusuf Kalla kepada wartawan di sela-sela kunjungannya ke Kuala Lumpur hari ini (Senin, 17/2).

Di Kuala Lumpur, mantan Wakil Presiden yang akrab disapa JK itu menjadi pembicara pada acara launching kedua Mahathir Global Peace School "Global Peace and Conflict Resolution". Mahathir Global Peace School merupakan kerja sama Perdana Global Peace Foundation dan Universitas Muhammadiyah.


Sebagai Ketua PMI, JK sendiri sudah melakukan antisipasi. Bahkan, sehari sebelum Gunung Kelud mengalami erupsi, dia sudah meninjau lokasi dan menggelar apel kesiapsiagaan antisipasi erupsi Gunung Kelud dengan melibatkan 500 relawan PMI di depan gedung teater dan museum Gunung Kelud.

"Saya naik ke radius 6 Km dari puncak. Memantau persiapan PMI, karena kalau setelah meletus baru disiapkan sulit penanganannya," jelasnya, yang saat itu menyerukan warga untuk tidak bandel terhadap status gunung dan harus mematuhi anjuran pemerintah melalui PVMBG agar tidak menjadi korban.

JK mengaku langsung ke lokasi karena sudah yakin erupsi bakal terjadi. Pertama, saat itu status Gunung Kelud sudah pada posisi awas. Menurutnya, setelah status awas, erupsi tidak akan lama lagi akan terjadi. Kedua, hewan-hewan yang ada di kawasan Gunung sudah turun. "Itu pertanda yang paling akurat," ungkap JK.

Antisipasi erupsi Gunung Kelud bisa berjalan baik, dia menambahkan, selain kerja sama lembaga sosial dan pemerintah, juga karena ada kesadaran warga. Sementara soal ada yang menyebut bahwa pemerintah lebih respons terhadap Gunung Kelud dibanding Sinabung, JK hanya menjawab singkat.

"Nanti terlambat, dikritik lagi. Meski memang untuk Gunung Kelud pemerintah daerah dan masyarakatnya lebih siap, sementara di Sinabung itu kejadiannya kan berbulan-bulan," tandas mantan Wakil Presiden ini. [zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya