Berita

ilustrasi

Kalau Mau Damai, Harus Bangun Kerja Sama

SENIN, 17 FEBRUARI 2014 | 19:38 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Teori yang menyatakan bahwa kalau ingin mendapatkan perdamaian harus siap berperang mesti diubah. Yang lebih tepat, kalau ingin menghadirkan perdamaian harus membangun hubungan dan jalinan kerja sama antar negara.

"Kita harus bilang, keamanan (diciptakan) tidak harus dengan (melalui) senjata.Tapi, dengan relationship," ujar mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menjadi pembicara pada acara launching kedua Mahathir Global Peace School dan kuliah umum "Global Peace and Conflict Resolution"di Kuala Lumpur, Malaysia (Senin, 17/2).

JK mencontohkan, China dan Taiwan sebenarnya berpotensi untuk berkonflik. Tapi potensi itu bisa dihilangkan dengan adanya kerja sama. Saat ini, banyak investor di China dari Taiwan. Mereka saling membutuhkan, dan akan lebih mudah membuat perdamaian.


"Apa artinya perdamaian? Hal yang kita buat karena ketakutan. Contoh Amerika sama Rusia 30 tahun lalu. Sekarang mereka berdamai. Contoh lainnya Eropa Barat dan Eropa Timur. Kenapa sekarang hanya ada Eropa saja karena kekuatan ekonomi, diplomasi, sehingga terbangun relasi yang baik," beber JK.

Sementara soal konflik yang pernah terjadi antara Malaysia dan Indonesia pada tahun 1960-an, karena adanya misinterpretasi pemerintah saat itu. Namun, setelah masa konfrontasi, pemerintahan kedua negara saat itu, Soeharto dan Mahathir, membuat pertemuan regular, termasuk lewat kebudayaan.

"Sampai sekarang berhubungan baik. Kerja sama terjalin. Malaysia berinvestasi di Indonesia. Banyak pekerja Indonesia di Malaysia," ungkapnya.

Selain kerja sama di antara negara, cara lain untuk menciptakan perdamaian, tidak boleh ada eksploitasi antarsatu negara dengan negara lain. Di Afrika kerap terjadi konflik, karena adanya ekploitasi terhadap sumber daya alam mereka. Dan juga tidak ada ketimpangan harus diciptakan.

"Misalnya, kita jual baju dan sepatu US$ 30, tapi Amerika jual ke kita US$ 60. Jadi keseimbangan ekonomi akan mengubah sistemnya. Ini satu cara, kekuatan ekonomi yang sama dan tak ada eksploitasi SDA," tegasnya.

JK juga menyinggung soal konflik antarmasyarakat di sebuah negara. Dia mencontohkan, konflik ada yang di Aceh, Ambon, dan Poso. Menurutnya, konflik tersebut terjadi karena adanya ketidakadilan ekonomi sehingga mereka tidak bisa membangun sebagaimana mestinya. Ketua Palang Merah Indonesia ini menambahkan, untuk mengatasi konflik dibutuhkan kompromi. Kompromi meniscayakan dialog.

"Itu yang kami lakukan di Aceh, Ambon, dan Poso," tandas JK yang menjadi juru damai Aceh, Ambon dan Poso ini. [zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya