Berita

Tujuh Jenderal Ditolak Masuk AS, Rakyat harus Bangkit Melawan

SABTU, 15 FEBRUARI 2014 | 22:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Rakyat Indonesia kesal dengan adanya boikot dari Amerika Serikat terhadap sejumlah purnawirawan jenderal karena dianggap pernah melanggar hak asasi manusia. Embargo terhadap bekas elit TNI itu semestinya membuka mata rakyat untuk kemudian bangkit dan melawan arogansi dan hegemoni AS.

"AS tidak usah mengajarkan kita tentang nilai HAM," tegas peneliti senior The Indonesia Reform Institute, Martimus Amin, (Sabtu, 15/2).

Martimus menegaskan, semua sudah tahu bahwa AS adalah soko guru pelanggar HAM. Pasalnya, mereka telah melakukan pembersihan etnis suku Indian penduduk asli Amerika dan menduduki tanah leluhurnya, serta membantai jutaan rakyat tidak berdosa sebagaimana terjadi di Irak, Afghanistan, Somalia, dan sebagainya.


Karena itu, sambung Martimus, rakyat Indonesia tidak perlu takut memilih capres yang meskipun dicegah masuk ke negara Paman Sam tersebut.

"Dalam momentum Pemilu sekarang, saatnya rakyat membulatkan suara memilih partai dan satu sapres dari kalangan militer yang dicekal AS. Siapa dinilai paling layak dan mampu membawa negara Indonesia mandiri lepas dari kangkangan politik dan ekonomi neokolonialisme AS," ungkap Martimus.

Menurutnya, kecerdasan dan kejelian rakyat lah yang pada akhirnya menentukan kelangsungan masa depan bangsa dan negeri ini, apakah terus terjajah atau bangkit melawan; menjadi rakyat pejuang atau seterusnya menjadi inlander.

"Tidak usah kuatir dengan khayalannya. Amerika hanya macan kertas. Yang gentar hanya bagi mereka yang terpengaruh tontonan film Holywood saja," demikian Martimus.

Isu tujuh purnawirawan jenderal diboikot Amerika Serikat mencuat kembali setelah Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menyentilnya pada Rabu kemarin.Saat itu, Hashim menyebut, bukan hanya Mantan Danjen Kopassus Letjen (Purn) Prabowo Subianto yang ditolak Amerika. Prabowo hanya satu dari tujuh jenderal yang di-blacklist.

Lima dari tujuh jenderal itu, Hashim membeberkan, selain Prabowo adalah Letjen (Purn) Sjafrie Syamsudin, Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Jenderal TNI (Purn) Pramono Wibowo, dan Letjen (Purn) Zacky Anwar Makarim.

Menurut Hashim, untuk Prabowo tidak ditolak secara personal. Sedangkan jenderal lain lebih karena persoalan HAM. "Jangan-jangan kalau beliau-beliau jadi presiden nanti ditolak juga masuk ke Amerika," katanya.

Atase Pers Kedutaan Besar AS untuk Indonesia, Troy E. Pederson, yang dikonfirmasi terkait informasi Hashim tersebut hanya mengatakan, bahwa larangan bagi pelanggar Hak Asasi Manusia (HAM) khususnya dari kalangan elite militer masuk ke wilayah AS masih berlaku. ”Ya leahly law masih berlaku, untuk seluruh negara di dunia termasuk Indonesia,” katanya saat dikontak Rakyat Merdeka.

Lantas siapa saja elite militer Indonesia yang kena hukum ini? Pederson menjawab, ”Saya tidak tahu siapa saja, karena tidak memiliki datanya.”

Leahly Law adalah aturan yang menyatakan orang-orang yang terduga sebagai pelanggar HAM, tidak diizinkan dapat visa dan masuk ke AS. Aturan ini kali pertama digagas oleh Senator Patrcik Leahly de Vermont yang menulisnya pada 1997. [zul]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

RI Peringkat 18 Kasus Anti-Dumping, Kalah Agresif dari AS dan India

Selasa, 26 Mei 2026 | 18:19

Publik Diajak Terlibat Awasi Kualitas Makanan Lewat Aplikasi Reviu Pelaksanaan MBG

Selasa, 26 Mei 2026 | 18:04

Keluarga Terdakwa Kasus Pembunuhan di Pemalang Ngadu ke Legislator Nasdem

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:52

Lembang Berpeluang Diserbu Wisatawan saat Long Weekend

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:33

Kemlu RI Rayakan Africa Day 2026 Lewat Laga Persahabatan Diplomatik

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:29

Sudah Bertransformasi, Penguatan Literasi Digital jadi Kunci Cegah TPPO

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:26

Salat Id di Prancis, Prabowo Cetak Sejarah

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:22

RI-Thailand Perkuat Hubungan Bisnis dan Kerja Sama Hukum

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:54

Haji Mabrur Jadi Duta Antikorupsi

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:50

Prabowo Dijadwalkan Salat Iduladha Bersama Diaspora RI di Paris

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:37

Selengkapnya