Berita

Puan Maharani

Wawancara

WAWANCARA

Puan Maharani: Boleh Saja Pramono Edhie Sowan Kepada Ibu Mega...

JUMAT, 14 FEBRUARI 2014 | 09:24 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemilu legislatif tinggal menghitung hari. Tapi PDI Perjuangan (PDIP) belum juga memutuskan siapa yang bakal diusung menjadi capres-cawapres dalam Pilpres 2014. Keputusan ini tergantung Megawati.

“Yang menentukan nanti adalah Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati,’’ kata Ketua Fraksi PDIP di DPR Puan Maharani, kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, Rabu (12/2).

Seperti diketahui, duet Mega-Jokowi mulai ramai digaungkan. Internal PDIP ada setuju dengan duet tersebut. Tapi ada juga yang menolak karena lebih mengingkan Jokowi yang jadi capres.


“Kalau di internal sangat setuju duet Mega-Jokowi. Alasannya ya saling melengkapi,” kata Ketua DPP PDIP Effendi Simbolon kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/2).

Megawati dinilai Effendi memiliki kemapanan dan pengalaman mumpuni di tingkat nasional. Dilengkapi dengan Jokowi yang populer dan merupakan figur sederhana sehingga disukai masyarakat.

Puan Maharani selanjutnya mengatakan,  dirinya  belum pernah mendengar bahwa capres dan cawapres akan segera diputuskan.

“Yang jelas, Ibu Megawati pernah ngomong bahwa capres dan cawapres dari PDI Perjuangan diumumkan setelah pemilu legislatif,’’ papar Ketua DPP PDIP itu.

Berikut kutipan selengkapnya;

Duet Mega-Jokowi, menurut Anda bagaimana?
 Itu semua menjadi dinamika yang dipertimbangkan. Beberapa wacana dan suara-suara dari luar tentu tidak kami matikan. Artinya, Ibu Mega akan mendengar. Itu akan dijadikan sebuah pertimbangan dalam penentuan capres dan cawapres nantinya.

Tapi hari-hari ini kami selalu berkonsolidasi untuk menangkan pemilu legislatif (pileg) terlebih dulu. Sebab, kalau di pileg PDI Perjuangan tidak menang, bagaimana bisa kami majukan capres dan cawapres.

Targetnya berapa?
Sesuai dengan harapan Rakernas, PDI Perjuangan menargetkan kemenangan di atas 20 persen. Sebab, dengan cara itu kami bisa mengajukan capres dan cawapres.

Kalangan eksternal menolak pasangan Mega-Jokowi,  bagaimana menurut Anda?

Saya rasa apapun yang disuarakan tentu mereka memiliki kalkulasi tersendiri. Tapi bukan berarti dia bisa mendahului atau tidak memperhatikan aturan di internal PDI Perjuangan.  Partai kan memiliki aturan. Itu sudah disepakati bersama, diketok dalam forum rapat kerja nasional. Seluruh struktur di partai kan saat itu hadir dan menyetujui keputusan yang dibuat.

Kabarnya Anda dilirik Partai Golkar untuk dijadikan cawapres, apa benar?

Saya belum dengar itu. Sebagai kader partai, tugas saya  berjuang agar PDI Perjuangan bisa menang Pemilu 2014. Saya tetap akan ikuti aturan di internal partai.

Anda tidak ingin jadi presiden atau wakil presiden?  
Kalau ditanya begitu, semua orang juga mau. Tapi kan masalahnya bukan itu, untuk ke sana kan ada mekanisme dan persyaratan yang harus dipenuhi sesuai dengan undang-undang.

Apa memasukkan nama Anda sebagai kandidat cawapres Aburizal Bakrie itu untuk membuyarkan konsentrasi PDI Perjuangan?
Menurut saya itu hal yang biasa. Mengharapkan ada koalisi. Kalau dalam dinamika politik tanpa melihat calon-calon di partai lain. Saya rasa aneh bila   partai politik lain  melirik calon-calon potensial dari luar partainya.

Apa komunikasi dengan partai politik lainnya dilakukan PDI Perjuangan?

Kami membuka silaturahmi dan membuka pintu seluas-luasnya. Kalau dimungkinkan, saya juga dalam waktu dekat, Insya Allah akan bersilaturahmi dengan seluruh pimpinan partai dan tokoh-tokoh yang menurut kami diperlukan  saran-sarannya kalau PDI Perjuangan menang pileg dan pilpres 2014. Tapi karena kami sedang disibukkan untuk pemenangan pileg, maka belum sempat.

Kabarnya Pramono Edhie Wibowo mau sowan ke Megawati, apa benar?     
Ya, boleh saja Pak Pramono Edhie sowan ke Ibu Mega. Beliau kan pernah bersama kita saat menjadi ajudan Bu Mega. 

Kalau mau silaturahmi secara informal kan banyak cara bisa dilakukan. Tapi kalau itu masalah politik kan nggak bisa tiba-tiba ketok pintu.

Anda menilai yang dilakukan Pak Pramono itu silahturahmi politik?
Kalau silaturahmi biasa tentunya sejak dulu harusnya bisa dilakukan. Kalau sekarang mau bicara tentu masalah politik, karena beliau kan ada di Partai Demokrat dan sebagai peserta konvensi capres Partai Demokrat.

Oh ya, apa pendapat Anda soal putusan MK agar pemilu serentak dilaksanakan 2019?
 Kami akan mengkaji secara detail dampak-dampak apa saja yang timbul dalam putusan MK itu. Saya sudah minta untuk dibahas kader PDI Perjuangan di Komisi II dan III agar lebih jelas.

Anda takut kalau PDI Perjuangan menang Pemilu 2014, lalu dipermasalahkan?
Bukan masalah takut atau tidak. Bukan juga masalah menang atau kalah. Tapi bagaimana kelanjutan dari republik ini ke depan.

 Apa perlu MK memperjelas putusan itu agar tidak timbul penafsiran lain?
Ya perlu. Ini juga sedang kami desak MK untuk bisa melakukan hal tersebut.
Tapi menurut MK, pada saatnya nanti mereka akan menjelaskan apa-apa saja yang menjadi turunan dari putusan tersebut. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya