Berita

Media Malaysia juga Memberikan Perhatian terhadap Isu Usman-Harun

KAMIS, 13 FEBRUARI 2014 | 16:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Singapura protes keras terhadap Keputusan TNI AL yang akan menamakan salah satu kapal perang terbarunya dengan nama KRI Usman Harun. Negara tersebut kebakaran jenggot karena Sersan Dua Usman Janatin dan Kopral Harun Said, adalah anggota satuan elite KKO (saat marinir) yang ditugaskan Presiden RI saat itu, Soekarno, mengebom pusat keramaian di Singapura.

Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, Rustika Herlambang, menjelaskan, media di Indonesi merespon luar biasa protes keras Singapura tersebut. Usman-Harun pun menjadi pemberitaan dalam beberapa hari terakhir ini.

"Tercatat 799 pemberitaan hingga pukul 23.00 WIB (Rabu, 12/2). Pemberitaan ini berasal dari 80 Media online Indonesia, dari 337 media yang disaring," jelas Rustika Herlambang (Kamis, 13/2).


Influencer terbesar di adalah pernyataan Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Mention lokasi dari pemberitaan ini ada di berbagai wilayah.

Sedangkan isu terbesar dari media Indonesia adalah mengingatkan posisi Usman-Harun sebagai salah satu pahlawan dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan serta rekonsiliasi yang terjadi, yakni ketika PM Singapura saat itu, Lee Kuan Yew melakukan tabur bunga di makam Usman-Hamid. "Ini mengakibatkan sentimen negatif terhadap pemberitaan tersebut sebesar 30%," ungkapnya.

Respon luar biasa juga terjadi di ranah Twitter Indonesia, di mana terdapat lebih dari 11 ribu twit, RT, dan mention terhadap Usman-Harun.
 
Sementara itu, di media Singapore tercatat ada 36 berita dari 11 media. Bila influencer terbesar di media Indonesia diduduki oleh Moeldoko, lain halnya dengan di Singapura yang menempatkan Menlu RI Marty Natalegawa sebagai narasumber utama yang paling banyak dirujuk, diikuti oleh Menlu Singapura K. Shanmugam dan Jubir Wakil Perdana Menteri Singapura, Teo Chee Hean, Yap Neng Jye.

"Isu terbesar di Singapura lebih pada mengingatkan bahwa penamaan tersebut terasa disrespect terhadap warga Singapura, ketidakhadiran Indonesia di Air Show, serta PM Lee unfriend Yudhoyono. Sentimen negatif pemberitaan  menunjukkan angka 40%," beber Rustika.
 
Tak hanya Indonesia dan Singapura, media-media di Malaysia juga memberikan perhatian. Media Malaysia menganggap peristiwa Usman-Harun cukup signifikan. Di media yang kontrol pemerintahnya masih kuat ini mencatat sebanyak 26 pemberitaan dari 13 media. Narasumber yang terbanyak dikutip media Malaysia adalah Marty Natalegawa disusul uru bicara Kemenhan, Brigjen Sisriadi Iskandar, dan Moeldoko.

"Isu terbesar yang diangkat mengenai peristiwa pemboman di Mac Donald dan jumlah warga tewas dan terluka serta dimunculkan foto2 lama mengenai peristiwa tersebut. Sentimen negatif pemberitaan media Malaysia mencapai 48%," tandasnya.

Indonesia Indicator adalah lembaga riset berbasis piranti lunak Artificial Intelligence (AI) untuk menganalisis fenomena politik, ekonomi, sosial di Indonesia melalui pemberitaan (media mapping). Monitoring dilakukan secara real time.  Metode pengumpulan dilakukan oleh perangkat lunak crawler (robot) secara otomatis dengan analisis berbasis AI, semantik, dan text mining. [zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya