Berita

Noriyu Bantah Diboikot Anggota Komisi IX DPR

RABU, 12 FEBRUARI 2014 | 13:27 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Komisi IX DPR Nova Riyanti Yusuf membantah dirinya telah diboikot oleh anggota Komisi Kesehatan saat memimpin rapat pembahasan RUU Kesehatan Jiwa kemarin.

"Terkait pemboikotan sama sekali nggak benar, nggak ada boikot. Memang biasa rapat terkait UU yang hadir hanya yang punya komitmen tinggi," kata Nova Riyanti Yusuf di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/2).

Politikus Partai Demokrat yang akrab disapa Nuriyu ini menjelaskan, dalam rapat kemarin, hadir anggota Komisi IX DPR dari lima fraksi, termasuk dua anggota Fraksi Golkar.


Karena itu, Nuriyu heran pernyataan politisi Golkar Poempida Hidayatullah yang menyatakan anggota Komisi IX memboikot rapat tersebut.

"Saya heran kenapa Poempida bilang ada boikot. Golkar juga hadir, yang dimaksd apa. Di media online dibilang kami tidak mengakomodasi anggota, kami melanggar tidak menandatangi keputusan yang diambil Komisi IX. Tidak sepenuhnya benar," terangnya.

Meski begitu, dia mengaku tidak menandatangani anggaran optimalisasi di Kementerian Kesehatan dan Kementerian Transmigrasi dan Tenaga Kerja lantaran masih menunggu hasil audit BPKP. "Saya dari Demokrat dan Supriyatno (Gerindra) menunggu audit dari BPKP," tambahnya.

Menurutnya, ada beberapa yang mengkhawatirkan. Pasalnya, sebagai dana optimalisasi banyak mendapat perhatian masyarakat. Saat raker dengan kementerian, diminta KPK untuk waspada terkait penggunaan dana tersebut. "Kami minta diaudit, hasil raker dengan kementerian kesimpulannya jelas, menyetujui alokasi sebesar 1,6 T," bebernya.

"Saya surat dari Kemenkes, Poempida kirim surat bahwa Fraksi Golkar akan mencabut persetujuan dana tersebut. Di luar tanda tangan itu," tambahnya.

Sebagai pimpinan, dia harus berhati-hati, cari aman, apalagi katanya Partai Demokrat sedang banyak kasus. Ia menegaskan, jangan sampai Komisi IX diobok-obok. Ia mempertanyakan, surat Poempida itu atas nama sendiri apa atas nama Golkar." Ini harus dicek ke Golkar," tandasnya. [zul]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya