Berita

Aburizal Bakrie

Wawancara

WAWANCARA

Aburizal Bakrie: Golkar Akan Kuasai Jawa, Karena Rakyat Rindu Dengan Soeharto

RABU, 12 FEBRUARI 2014 | 09:49 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dari sejumlah tokoh yang dielus Partai Golkar menjadi cawapres Aburizal Bakrie, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dinilai paling pas mendampingi Ketua Umum Partai Golkar itu dalam Pilpres 2014.

“Kalau saya sih siap dengan siapa saja, tentu tunggu hasil pileg dulu,” kata Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, usai menghadiri acara pengumuman Dewan Penasihat Organisasi (DPO) dan Pengukuhan Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro 1957 di DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (10/2).

Seperti diketahui, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Tantowi Yahya mengakui nama Jokowi masuk kandidat cawapres Aburizal Bakrie. Bahkan Jokowi dianggap tokoh yang paling pas mendampingi Aburizal Bakrie dalam Pilpres 2014.


Aburizal Bakrie selanjutnya menyebutkan, koalisi dengan  PDI Perjuangan bisa saja terjadi menjelang Pilpres 2014.

“Mungkin saja Golkar berkoalisi dengan PDI Perjuangan, bahkan mungkin saja dengan semua partai peserta pemilu lainnya, seperti Demokrat, Hanura, Gerindra dan lainnya,” ujar bekas Menko Perekonomian itu.

Berikut kutipan selengkapnya:

Ada yang bilang Golkar ngebet agar Jokowi menjadi cawapres Anda, apa benar?
Ah, kata siapa Golkar ngebet agar Jokowi jadi cawapres saya. Kalau saya dengan siapa saja boleh. Dengan siapa saja saya siap. Niat kita semua kan sama, yakni membangun Indonesia yang lebih baik lagi ke depan.

Rencana koalisi dengan PDI Perjuangan itu serius nggak sih?

Saya sudah katakan, sama siapa saja saya bisa. Yang penting  mempunyai platform politik yang sama. Kalau itu sama, pasti bisa.

Kenapa?
Sekarang kan hampir semua partai sama. Ada yang nasionalis dan religius. Nah, kalau Partai Golkar itu merupakan partai tengah, yakni nasionalis dan religius.

Selain Jokowi, ada enam tokoh lagi yang dielus menjadi cawapres Anda, siapa saja orangnya?
Ah, rahasia itu. Pokoknya, cawapres saya orang Indonesia, ha...ha...ha.

Apakah komunikasi dengan bakal cawapres itu terus terjadi?
Tentu saya selalu berkomunikasi.

O ya, apa benar Anda menyebutkan kalau ada kader Golkar yang ingin nyapres harus keluar dari Partai Golkar?
Bukan begitu. Harus didengar dengan baik, dalam acara pengumuman Dewan Penasihat Organisasi (DPO) dan Pengukuhan Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro 1957, saya menyebutkan kalau dia ada di dalam struktural kepengurusan partai atau mewakili partai di dalam DPR maupun MPR, maka  harus mundur dari jabatan yang dia emban.

Kalau dia adalah ketua dari partai Golkar dan mencalonkan diri dari partai lain, maka dia harus mundur dari kepengurusan, bukan dari anggota. Bila tidak menjadi anggota dalam sebuah struktural, maka tidak ada larangan.  
 
Anda takut kalau ada kader yang memainkan dua sekenario?
Sebenarnya sejak zaman Pak Harto skenarionya satu, yakni menangkan Partai Golkar dan menangkan capres dari Partai Golkar. Maka itu harapan saya.

Jangan ada sekenario lain atau ada yang main-main. Kita harus hilangkan ego pribadi, karena kemenangan sebuah partai yakni seberapa banyak kader partai yang duduk dalam kursi DPR dan memerintah.

Kalau Jusuf Kalla nyapres lewat PKB, bukankah itu menyedot suara Golkar?

Kita bangga. Saya katakan sebelumnya, hampir semua ketua partai itu berasal dari Partai Golkar. Kalau Golkar berkontribusi bagi pemimpin yang majukan di Indonesia, maka cita-cita Partai Golkar itu tercapai.

Partai Golkar selalu memberikan orang terbaiknya bagi bangsa dan negara. Apakah maju lewat Partai Golkar atau partai lain dalam pilpres.

Saya bangga dan senang bila ada tokoh Partai Golkar menjadi presiden untuk memberikan kontribusi kepada pembangunan bangsa dan negara.

Bila Pak Jusuf Kalla menjadi capres atau cawapres dari partai lain, saya yakin tidak akan mengganggu. Sebab, kader Partai Golkar solid dan semakin kuat.

Apa di seluruh daerah termasuk Jawa, Golkar masih kuat?
Ya. Kekuatan Partai Golkar lebih banyak terkonsentrasi di luar Jawa. Itu harus dipertahankan. Tapi saya juga yakin bisa rebut kemenangan di Jawa.
 
Kenapa Anda yakin di Jawa Golkar bisa menang?

Saat ini kerinduan terhadap Pak Harto yang pernah memimpin Partai Golkar semakin lama semakin kuat. Ini dibuktikan banyaknya kaos bertuliskan ‘piye kabare enak zaman ku toh” dan foto atau gambar Pak Harto yang nota bene adalah pemimpin Golkar.

Berdasarkan pengalaman, kalau ada dua kader Golkar maju pasti pecah dukungannya, ini bagaimana?
Ah, tenang saja. Buat saya bila ada tokoh Partai Golkar bisa memberikan kontribusi kepada pembangunan bangsa dan negara, saya bangga dan senang.

Mendekati pemilu legislatif pastinya soliditas kader akan semakin mengkristal dan kuat. Saya hanya bisa katakan, kader yang bagus selalu memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara. Lagi pula saya juga sudah berkali-kali menjelaskan, bahwa Partai Golkar akan selalu memberikan orang terbaiknya bagi bangsa dan negara. Apakah dia maju lewat Partai Golkar atau partai lain dalam Pilpres.  ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya