Berita

Jalanan Mudah Rusak, Wajar Dicurigai Ada Permainan dalam Pengerjaannya

RABU, 12 FEBRUARI 2014 | 07:25 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan perhatian serius terhadap dampak bencana alam khususnya banjir yang mengakibat kerusakan infrastruktur jalan. Perhatian Presiden itu diwujudkan dengan memimpin langsung Rapat Kabinet Terbatas (Ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (7/2).

Rapat tersebut membahas dua agenda langkah-langkah terpadu melaksanakan kegiatan tanggap darurat akibat dampak dari bencana alam khususnya banjir, lebih khusus lagi tanggap darurat untuk perbaikan jalan-jalan yang mengalami kerusakan parah.

Anggota DPR Hayono Isman yang sebelumnya juga menyinggung soal kualitas infrastruktur yang mudah rusak mendukung langkah Presiden SBY yang langsung memerintahkan jajaran kementerian terkait untuk segera mempercepat proses perbaikan jalanan yang rusak karena banjir.


Tak hanya itu, dia mengingatkan, Pemerintah juga harus bisa menemukan formulasi agar jalanan tidak mudah rusak. Apalagi, persoalan jalan rusak tidak hanya di Jakarta, bahkan sejumlah daerah. Karena itu tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, baik atau tidaknya jalan akan sangat menentukan kondisi perekonomian suatu daerah ataupun negara.

"Bayangkan kalau ruas jalan di priok yang notabene sebagai akses utama komoditas dan jalur perekonomian rusak parah. Maka bisa dipastikan arus barang juga bakal tersendat,  timbulnya ya kerugian," ujar Hayono (Rabu, 12/2).

Peserta Konvensi Capres Partai Demokrat ini mengaku bingung dan tidak habis pikir, kenapa kualitas jalan di Indonesia sangat mudah rusak. Harusnya, kata Hayono, jalan yang dibangun dengan rancangan tahan sampai 10 tahun. "Tapi kok sekarang yang ada malah kena hujan sedikit saja sudah terkelupas dan sudah seperti kubangan kerbau. Bisa jadi di daerah lebih parah," jelasnya.

Karena itu, wajar apabila publik juga curiga pada proyek pembangunan jalan. Sebab, indikasinya mudah saja, yakni terjadi banyak permainan karena jalan mudah sekali rusak. "Sepengetahuan saya anggaran perbaikan yang disediakan tiap tahun sangat besar. Untuk tahun 2014 saja, Kementerian Pekerjaan Umum mendapat alokasi anggaran lebih dari Rp 40 triliun tetapi tetap saja jalanan hancur,” kata caleg dari Dapil Jakarta I ini.

Perbaikan yang dilakukan, menurut Hayono,  hanya proyek tambal sulam. "Karena itu saya meminta KPK turun tangan untuk mengecek proyek-proyek jalan ini. Terutama di jalan-jalan nasional," tegasnya.

Memang khusus di jalanan  di Jakarta  nilainya tak sebesar dengan sejumlah kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekarang. "Tapi kalau dilihat secara keseluruhan, berapa ribu kilometer jalan di Indonesia. Itu kan sangat besar. Karena baik buruknya jalan semua taruanya nyawa pengguna jalan," jelasnya.

Terkait tanggap darurat akibat banjir, Presiden SBY, dalam rapat kabinet menegaskan agar mengutamakan perbaikan jalan yang rusak berat karena bisa mengganggu keamanan dan keselamatan para pengguna jalan.

“Setelah curah hujan berkurang, barulah dilakukan perbaikan jalan secara menyeluruh dilanjutkan. Itu tentu mengait pula dengan kebijakan dan upaya menyeluruh untuk mengatasi kerusakan akibat bencana banjir,” kata Presiden SBY.  [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya