Berita

ilustrasi

Sebuah Penelitian Membongkar Dunia Pelacuran Singapura

SELASA, 11 FEBRUARI 2014 | 02:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sebuah penelitian independen yang dilakukan baru-baru ini membongkar kehidupan dunia kelam prostitusi di Singapura.

Menurut Straits Times, penelitian tentang kehidupan kelam dunia malam di Singapura itu dituliskan dalam sebuah laporan setebal 144 halaman. Laporan itu dirilis minggu lalu.

Adalah akademisi Singapura Dr Sallie Yea yang melakukan penelitian. Asisten profesor bidang geografi di National Institute of Education itu mewawancarai 87 wanita yang ditipu sehingga terjebak dalam kehidupan esek-esek di Singapura.


Dalam penelitian itu antara lain disebutkan, wanita pekerja seks komersial dari Filipina dirayu oleh pacar atau teman dekat mereka untuk datang ke Singapura dan dijanjikan lapangan pekerjaan seperti pramusaji.

Sementara wanita pekerja seks komersial dari Indonesia yang dijadikan sample dalam survei ini telah bekerja sebagai pelacur di Batam. Mereka datang ke Singapura dan beroperasi di jalanan dan hotel-hotel murah. Namun demikian, aktivitas pelacuran mereka diawasi dengan ketat oleh mucikari lokal.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan belum menerima laporan penelitian yang dilakukan Dr Sallie Yea.

"Kami menunggu dia (Dr Sallie Yea) mendiskusikan hasil penelitiannya dengan kami," demikian jurubicara Kementerian Dalam Negeri. [dem]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya