Berita

as hikam

Protes RI, Singapura Dianggap Ingin Diorangkan

SABTU, 08 FEBRUARI 2014 | 21:12 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Singapura protes kepada Pemerintah RI karena penggunaan nama KRI Usman-Harun, dua anggota KKO (sekarang Korps Marinir) yang melakukan sabotase pada tahun 1965 saat Operasi Dwikora, yang akhirnya dihukum gantung oleh negara tetangga tersebut.

Pengamat politik senior AS Hikam menilai, urusan menamakan kapal, adalah hak Indonesia sepenuhnya. Tidak ada negara lain yang boleh ikut campur dan intervensi. Apalagi kalau nama itu diambil dari nama dua para pahlawan yang gugur dalam tugas negara, yang menjadi peneguhan kembali penghormatan bangsa dan Negara ini terhadap pengabdian dan pengorbanan kedua kusuma bangsa tersebut.

"Sikap Singapura, memang sepintas lalu rada karikatural," jelas Hikam (Sabtu, 8/2).


Hikam mempertanyakan, apakah kalau pesawat tempur dan/atau armada kapal RI nanti dinamakan Soekarno, Hatta, Syahrir, Sultan Agung, dan lainnya, lalu akan diprotes Kerajaan Belanda? Juga kalau misalnya AS menamai salah satu kapal induknya dengan George Washington, lalu Inggris boleh marah dan melayangkan surat protes?

"Tentu jawabannya tidak. Kalau demikian, mengapa negeri Lee Kuan Yew itu bersikap demikian?" kata Hikam balik bertanya.

Menurutnya, kemarahan Singapura itu adalah sebuah refleksi sebuah negara yang sedang menunjukkan dirinya sebagai kekuatan yang mesti diperhitungkan di kawasan. Singapura, dengan kata lain, ingin dianggap serius oleh tetangganya yang raksasa dari segi teritorial, jumlah manusianya, dan SDA-nya, tetapi pada saat yang sama masih belum terlalu kuat ekonomi dan pengaruhnya tak lagi sehebat dulu di kawasan dan di dunia internasional.

"Ini adalah sebuah statemen meminta perhatian, bahwa Singapura bukan negara ecek-ecek yang hanya diperhatikan Indonesia  kalau ada urusan ekonomi, pelarian konglomerat hitam dari Indonesia, atau masalah TKI," ungkapnya.

Lebih jauh menurutnya, Singapura ingin Indonesia paham bahwa dirinya juga bisa protes dan mengajukan keberatan serius dan terbuka jika ia tersinggung.

"Istilah Jawanya, Singapura ingin "diwongke" (diorangkan). Sayangnya, Singapura terlalu grusa-grusu dalam memilih medium dan momentum. Soal nama pahlawan bangsa tentu lain dengan urusan asap atau buronan penjahat, atau teroris," jelasnya.

Namun, alih-alih ditanggapi secara memadai oleh Indonesia, malah justru membangunkan  solidaritas (plus ketersinggungan) kolektif. "Mungkin pelajaran dari kasus ini adalah bahwa dalam hidup bertetangga negara, kaya dan ngetop saja tidak cukup, tapi perlu juga menjaga kesopanan dan saling menghormati harga diri masing-masing," tandasnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya