Berita

Bisnis

Jero Wacik Diminta Awasi Penjualan BBM di Pelabuhan

RABU, 29 JANUARI 2014 | 19:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

‪Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) dan Kementerian ESDM harus mengawasi penjualan BBM bagi kapal laut di pelabuhan yang menggunakan mobil tangki karena rawan penyeludupan.

Direktur Pusat studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria mengatakan, berdasarkan laporan yang diperolehnya penjualan BBM ke kapal-kapal dengan menggunakan mobil terjadi di kawasan pelabuhan resmi dan sudah cukup lama terjadi, antara lain di Pelabuhan Tanjung Perak, Gresik, Benoa Bali. 

"Meskipun alasannya yang dijual adalah BBM non subsidi, namun tidak ada jaminan itu non subsidi karena tidak ada yang mengawasi. Selain itu, jangan sampai yang dijual adalah jatahnya SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) karena akan menimbulkan kelangkaan," kata Sofyano kepada wartawan (Rabu, 29/1).


Karena itu, dia mengatakan, pihaknya mendesak agar Menteri ESDM Jero Wacik untuk membuat ketentuan kepada Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Niaga Umum (BUPIUNU) bahwa penjualan atau suplay BBM ke kapal tidak boleh menggunakan mobil tangki tetapi  harus menggunakan alat angkut  berbentuk kapal mini tanker atau Self Propeller Oil Barge (SPOB) atau tongkang.

"Ini untuk mencegah penyelundupan BBM subsidi kepada yang pengguna yang tidak berhak," katanya.

Selain itu, dia juga mendesak agar Menteri ESDM merubah pasal pada Permen ESDM No 16/2011 agar  dalam  pemberikan Surat Keterangan Penyalur (SKP) kepada agen agen BBM non subsidi harus dibedakan antara agen atau penyalur bbm non subsidi untuk penggunaan di darat dengan agen bbm untuk penggunaan di laut.

Dikonfirmasi, Anggota Komisi VII DPR Milton Pakpahan menyatakan sependapat dengan Sofyano. Dia mengatakan, ada celah penyalahgunaan BBM bersubsidi oleh pihak tertentu yang berpotensi diselundupkan untuk penggunaan pada kapal yang tidak berhak terhadap bbm bersubsidi.

Modusnya, kata dia, dengan memasok BBM non subsidi ke kapal tetapi menggunakan mobil tangki. Hal ini bisa terjadi dalam kawasan pelabuhan resmi. Menurutnya, kegiatan pengisian BBM untuk kapal-kapal non usaha perikanan rakyat di pelabuhan yang menggunakan mobil tangki BBM merupakan aktivitas yang rawan terhadap penyalahgunaan BBM bersubsidi.

"Alasannya,  karena sulit membedakan kendaraan tangki bbm bersubsidi dan non subsidi," jelasnya.

Menurut Milton, sulit membedakan mana BBM bersubsidi dan mana BBM non subsidi ketika BBM Tersebut diangkut dengan mobil tangki oleh BUPIUNU.

"Barangnya sama sama bbm , tidak bisa dibedakan, yang membedakan hanya pada berkas atau dokumennya saja," jelasnya.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya