Berita

joko widodo/net

Politik

PILPRES 2014

Konsekuensi Mencalonkan Jokowi Adalah Pelanggaran Kontrak Politik

JUMAT, 24 JANUARI 2014 | 12:06 WIB | LAPORAN:

Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) mengingatkan partai pengusung Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama di Pilkada DKI Jakarta, bahwa kedua pemimpin ibukota itu masih terikat kontrak politik dengan rakyat Jakarta selama lima tahun.

"Terpilihnya Jokowi dan Ahok sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI adalah bersumber dari kontrak politik, kontrak sosial dan konsensus dasar yang terjadi antara pemilih dengan yang dipilih,"ungkap Koordinator TPDI, Petrus Selestinus, kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (24/1).

Menurut Petrus, partai politik yang mengusung Jokowi-Ahok adalah media atau kendaraan yang mengantarkan pasangan calon mencapai tujuan partai yang mengusung. Hasil pemilihan Kepala Daerah/Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, bukan saja hanya mengikat secara hukum antara Jokowi-Ahok dengan mayoritas pemilih, tetapi juga telah mengikat secara hukum parpol yang mengusung Jokowi-Ahok yaitu PDIP dan Gerindra.


Menurutnya, memotong jabatan di tengah jalan atau selama masih menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI ke jabatan lain, terlebih untuk jabatan Presiden dan Wakil Presiden, bukan sekadar sikap yang tidak bertanggungjawab tetapi juga pengkianatan terhadap tanggung jawab yang dipercayakan melalui sumpah jabatan di depan publik dan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sekali lagi, sambung Petrus, jika PDIP, Gerindra atau parpol manapun mencoba mencalonkan Jokowi-Ahok untuk jabatan Presiden dan atau Wakil Presiden selama masih menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur, jelas melanggar konstitusi, melanggar sumpah jabatan, melanggar Kontrak Politik, Kontrak Sosial dan Konsensus Dasar antara pemilih dengan Jokowi-Ahok, PDIP dan Gerindra.

"Konsekuensinya akan merusak demokrasi, kedaulatan rakyat, dan menuju meja mahkamah konstitusi," tegasnya. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya