Berita

DR rizal ramli/net

Dobrak Sistem Oligarki, Rizal Ramli Berharap MK Kabulkan Uji Materi UU Pilpres

SABTU, 18 JANUARI 2014 | 16:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Uji materi UU Pilpres yang diajukan pakar hukum tata negara Prof. Yusril Ihza Mahendra ke Mahkamah Konstitusi terus mendapat dukungan dari tokoh-tokoh independen. Langkah mantan Menteri Hukum HAM itu dinilai tepat untuk mendobrak sistem oligarki yang demikian akut dalam perpolitikan di Tanah Air.

"Politik oligarki itu pasti merugikan rakyat. Karena sesama mereka saling atur. Jadi harus ada terobosan agar sistem oligopoli ini diganti menjadi lebih kompetitif," jelas calon presiden Konvensi Rakyat DR. Rizal Ramli dalam obrolan santai dengan wartawan di Warkop Jurnalis, Medan, petang ini (18/1).

Semestinya memang tidak perlu ada syarat pengajuan calon presiden didukung partai yang memiliki 25 persen kursi di DPR atau mempunyai 20 persen suara nasional. Karena tidak ada persyaratan seperti itu tertuang dalam UUD 1945.


"Nggak perlu partai besar. Cukup partai yang lolos ke DPR bisa mengajukan calon. Jadi akan membuka lebih banyak calon. Itu lebih bagus untuk Indonesia. Rakyat bisa memilih mana yang terbagus," ungkap mantan Menko Perekonomian ini.

Dia pun menepis kekuatiran sementara kalangan bahwa pemerintah tidak kuat kalau disokong partai kecil. Menurutnya, kekuatiran itu mengada-ada. Di beberapa negara, justru partai kecil yang banyak memerintah karena sangat memungkinkan bisa merangkul partai lain dengan cara diikat berdasarkan program. Sementara partai besar, cenderung arogan, tidak mau bekerja sama.

"Lagi pula, contoh sekarang didukung lebih dari 60 persen (pada Pemilu 2009) dan mayoritas partai, tapi nggak kuat. Di Filipina Fidel Ramos hanya didukung 30 persen. Dia berhasil dalam sejarah Filipina," imbuh Ketua Aliansi Rakyat Untuk Perubahan ini.

Karena itu, dia mendukung dan berharap uji materi yang diajukan Yusril dikabulkan MK. "Terobosan ini kemungkinan bisa berhasil. Yusril cukup kompeten. Ini bisa merubah politik Indonesia," tegasnya.

Bahkan, bila Yusril mengusulkan Pemilu serentak, lebih jauh Rizal menilai, pelaksanaan Pemilihan Presiden lebih dahulu digelar dari Pemilihan Legislatif. "Yang lazim, Pilpres dulu baru Pileg. Biasanya orang yang menang di Pilpres, partainya akan didukung, dipilih. Jadi terbentuk pemerintahan yang kuat," demikian RR1. zul

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya