KONVENSI Rakyat Calon Presiden 2014 telah dimulai. Konvensi Capres Rakyat yang merupakan gagasan cemerlang dari KH Salahuddin Wahid yang lebih dikenal dengan Gus Sholah, tentu saja melahirkan harapan baru di tengah terpuruknya tingkat kepercayaan rakyat terhadap partai politik. Riset yang dirilis Cirus Surveyor Group misalnya menyebut kepercayaan rakyat terhadap partai politik hanya 9,4%.
Rakyat yang sudah tidak percaya kepada Parpol tentu juga sudah tidak percaya kepada para Capres yang diusungnya dan menaruh harapan kepada tokoh-tokoh di luar Parpol yang dalam banyak hal lebih berkualitas sebagai Capres namun tidak diusung Parpol.
Konvensi Rakyat diumumkan pada tanggal 10 November 2013 di Gedung Joang Jakarta dan diikuti oleh 7 kandidat Capres 2014. Beda dengan konvensi yang dilakukan salah satu partai politik, Konvensi Capres Rakyat mengutamakan kualitas ketimbang popularitas semata.
Konvensi telah melaksanakan debat pertama 5 Januari 2014 di Hotel Madjapahit Surabaya. Gelaran debat pertama ini menyiratkan makna yang dalam. Hotel Madjapahit yang dibangun pada 1910 mempunyai arsitektur yang sangat cantik, dulu bernama hotel Yamato, mempunyai sejarah penting dalam masa perang Kemerdekaan RI.
Pada 31 Agustus 45Â Pemerintahan Soekarno mengeluarkan maklumat agar mulai 1 September 45 dikibarkan bendera Merah Putih di seluruh wilayah RI. Dan sejak itu berkibarlah sang Merah Putih di mana-mana termasuk di Surabaya. Tiba-tiba tanggal 19 September dikibarkanlah bendera Belanda merah putih biru oleh Mr Ploegman di Hotel Yamato. Tentu saja para pemuda di Surabaya marah dan dalam waktu singkat berkumpulah ribuan pemuda di tempat tersebut. Bendera merah putih biru dirobek sehingga tinggal warna merah putih yang berkibar. Kejadian ini pun menimbulkan kerusuhan besar yang akhirnya menewaskan Mr Ploegman.Â
Peristiwa ini telah menjadi salah satu tonggak sejarah, yang mengawali perang rakyat di Surabaya 10 November 1945, perang Ambarawa 12 -15 Desember 1945 yang berhasil mengusir sekutu dan NICA Â mundur sampai Semarang, dan berbagai perang kemerdekaan lainnya di banyak wilayah RI. Tak hanya itu, berbagai diplomasi juga dilakukan setelah perobekan bendera Belanda tersebut dilakukan, sehingga Indonesia mencapai kemerdekaannya secara penuh dan dimulailah sejarah baru RI yang merdeka sepenuhnya.
Sangat tepat Konvensi Rakyat menggelar debat pertama di Hotel Madjapahit yang bernilai simbolik itu sebagai titik awal dimulainya kegiatan debat Kandidat Capres 2014 yang akan berlangsung di 6 kota, Surabaya, Medan, Samarinda, Makassar, Bandung, Jakarta.
Namun bukan hanya itu, Konvensi Rakyat telah memberikan pelajaran bagi kita semua bahwa semua kandidat Capres yang ikut dalam Konvensi Rakyat telah mempunyai rekam jejak yang panjang dalam pengabdian di bidangnya masing-masing. Dalam istilah yang populer, mereka telah mewakafkan hidupnya untuk mengabdi kepada perjuangannya masing-masing.
Rizal Ramli misalnya, sejak mahasiswa telah telah menjadi aktivis demokrasi, memperjuangkan pendidikan bagi 8 juta anak-anak Indonesia yang tidak mampu bersekolah, menolak pemilu yang tidak jujur dan adil, menolak pemerintahan yang otoriter sehingga akhirnya ditangkap, diadili dan dipenjara di Sukamiskin, penjara yang pernah dihuni Sukarno pada waktu melawan Belanda menuntut kemerdekaan.
Rizal Ramli kemudian menjadi tokoh di bidang ekonomi yang terkemuka, menjabat Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, dan Kabulog era Pemerintahan Gus Dur. Dia juga merupakan anggota panel ekonomi  PBB bersama-sama dengan 3 pemenang Hadiah Nobel bidang Ekonomi.
 Pada waktu Rizal Ramli menjadi Menko Perekonomian awal Juli 2001 pernah menyelamatkan bank besar BII yang dirush oleh nasabahnya tanpa menyuntikkan dana sepeserpun. Ini tentu prestasi gemilang karena dibandingkan dengan Century, bank kecil itu disuntik Rp 6,7 triliun dan baru-baru ini ditambah Rp 1,25 triliun. Rizal Ramli juga menyelamatkan PLN yang tahun 2000 semester 1 rugi  Rp 11,58 triliun dan tahun 2001 diperkirakan akan rugi Rp 24 triliun. Dia menyelamatkan PLN yang saat itu sudah tidak bisa diterima di Bank karena asetnya minus Rp 9,1 triliun. Setelah dilakukan revaluasi aset, maka aset PLN menjadi Rp 119,4 triliun tanpa ada penyuntikan modal sepeserpun.
Rizal Ramli juga menghilangkan adanya kepemilikan silang antara Indosat dan Telkom yang menyebabkan tidak adanya persaingan yang sehat di antara keduanya. Setelah kepemilikan silang itu dihilangkan maka didapatkan uang tunai sebesar Rp 5 triliun dari hasil pajaknya tanpa menjual satu lembar sahampun. Dan tentu saja, masih banyak lagi  prestasi lain dari seorang Rizal Ramli.
Kandidat lainnya Yusril Ihza Mahendra. Dia adalah tokoh di bidang hukum yang terkemuka. Dia salah seorang yang berandil besar menyusun Undang Undang KPK, sehingga lahirlah KPK. Tentu masih banyak deretan prestasi yang ditorehkan Yusril sebagai bagian dari sejarah perjalanan Bangsa ini.
Lima kandidat lain tentu juga tak jauh berbeda. Sederhana kata, semua Kandidat Capres 2014 terlihat bahwa mereka mempunyai perjuangan, prestasi, rekam jejak yang panjang di bidangnya masing-masing. Konvensi Rakyat, Gus Sholah, telah memberikan pelajaran kepada kita bahwa Capres haruslah mempunyai kualifikasi yang sangat tinggi dan sejarah perjuangan yang panjang, bukan hanya bermodalkan popularitas. Semoga dengan dimulainya debat Kandidat Capres Konvensi Rakyat di Hotel Madjapahit yang sejarahnya mengawali perang kemerdekaan sampai mencapai kemerdekaan RI yang sepenuhnya, Konvensi Rakyat juga dapat mengantarkan RI kepada kemerdekaan yang sepenuhnya tahap kedua. Mewujudkan Trisakti yang dicanangkan Bung Karn: Berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan. Sehingga RI dapat memulai lagi sejarah baru menjadi Negara kuat namun rakyatnya sejahtera.
[***]*Penulis adalah Aktivis 77/78