Berita

PAN Anggap Hasil Survei sebagai Warning

KAMIS, 09 JANUARI 2014 | 15:15 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

. Partai Amanat Nasional berada di urutan kedelapan dengan elektabilitas 3,2 persen berdasarkan survei Litbang Kompas, yang dirilis hari ini.

Pengurus PAN menganggap temuan Litbang Kompas itu semacam peringatan.

"Hasil survei itu semacam warning, tapi bukan fakta nyata. Kami terbiasa dengan itu," jelas Wakil Sekjen DPP PAN Azis Subekti kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 9/1).


Dia menjelakan, survei Litbang Kompas adalah survei nasional. Karena itu, tentu saja hasilnya akan jauh berbeda jika survei digelar per daerah pemilihan yang juga memasukkan popularitas dan elektabilitas caleg yang signifikan terhadap pemenangan kursi per dapil.

"Apalagi sistem Pemilu Legislatif kita proporsional terbuka," sambungnya.

Menurutnya juga, sebenarnya trend elektabilitas partainya naik dari survei periodik yang dilaksanakan Litbang Kompas. "Ke depan kami akan intensifkan pergerakan untuk naik lebih fantastis," tandasnya.

Survei Litbang Kompas ini menggunakan 1.380-1.400 responden berusia minimal 17 tahun dipilih secara acak dari 34 provinsi di Indonesia pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar 2,6%.

Berdasarkan temuan Litbang Kompas, urutan pertama diduduki PDIP dengan 21,8% suara. Berturut-turut disusul Golkar 16,5%, Gerindra 11,5%, Partai Demokrat 7,2%, dan Partai Nasdem 6,9%. Selain itu, Partai Hanura 6,6%, PKB 5,1%, PAN 3,2%, PPP2,4%, PKS 2,3%, PBB 1,1%, dan PKPI 0,1%. Yang menjawab rahasia 8,6%; dan tidak tahu 6,7%. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya