Berita

RATU ATUT CHOSIYAH/NET

Politik

Legitimasi Ratu Atut Sebagai Gubernur Sudah Runtuh!

MINGGU, 05 JANUARI 2014 | 17:53 WIB | LAPORAN:

Masyarakat Banten secara umum merasa tidak puas dengan kinerja Gubernur Ratu Atut Chosiyah.

Hal ini terungkap dari hasil survei opini publik yang diadakan Indikator Politik Indonesia (Indikator) bahwa hampir selruh penduduk Banten atau 79,9 persen mengaku tidak puas dengan hasil kerja Atut sebagai gubernur mereka.

"Ada 54,3 persen yang merasa kurang puas dan 25,6 merasa tidak puas sama sekali," ujar Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi saat jumpa pers di kantornya, Jalan Cikini V, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/1).


Bukan hanya itu, pembangunan daerah di Banten selama 12 tahun terakhir dinilai masyarakatnya nyaris tidak ada. Untuk ini, ada 70,2 persen responden yang sependapat. Mereka yang mengaku kehidupannya tidak berubah
bahkan memburuk semasa Atut memimpin ada 72 persen dan sebanyak 58,1 persen menilai provinsi Banten kurang atau tidak mengalami kemajuan sejak berpisah dari Jawa Barat.

Menurut Burhan, ketidakpuasan publik itu memiliki dampak yang besar bagi tingkat elektabilitas Atut. Salah satunya kemenangan Rano Karno dalam Pilkada Banten dengan perolehan suara 22,9 persen jika menggunakan pertanyaan terbuka. Sebaliknya jika semi terbuka pertanyaannya, Rano akan memperoleh 34,6 persen suara.

"Suara Atut 0,3 persen (dalam dua kategori itu). Padahal, waktu pilkada dulu elektabilitas Atut sangat tinggi," imbuhnya.

Burhan menambahkan, perhitungan dukungan elektoral sangat penting untuk dilakukan untuk mengukur tingkat legitimasi Atut. Artinya, jika dukungan elektoral tinggi maka masyarakat Banten masih memberikan mandat kekuasaan kepada Atut. Namun jika rendah, mandat itu telah dicabut.

"Berdasarkan temuan di atas, terlihat jelas bahwa legitimasi secara demokratis Ratu Atut untuk tetap menjadi gubernur telah runtuh di mata warga Banten," pungkasnya.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya