Berita

FOTO:NET

Banteng di DPR Tuding Pemerintah Tak Siap Laksanakan BPJS

SELASA, 17 DESEMBER 2013 | 18:53 WIB | LAPORAN:

PDI Perjuangan menuding pemerintah tak siap melaksanakan
program Badan Penanggulangan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang tenggat waktunya 1 Januari 2014. Kondisi ini jika tak segera disikapi sangat beresiko terhadap nyawa dan keselamatan masyarakat.

Begitu dikatakan politisi PDI Perjuangan, Dolfie OFP kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/12).

Memasuki sembilan hari kerja sebelum 1 Januari itu, Dolfie berpendapat, persiapan pemerintah menyongsong BPJS masih amburadul. Dari segi regulasi, misalnya, pemerintah seharusnya mengeluarkan 12 Peraturan Pemerintah (PP) pelaksanaan BPJS Kesehatan. Namun ironisnya, hingga saat ini  satupun belum selesai.

Memasuki sembilan hari kerja sebelum 1 Januari itu, Dolfie berpendapat, persiapan pemerintah menyongsong BPJS masih amburadul. Dari segi regulasi, misalnya, pemerintah seharusnya mengeluarkan 12 Peraturan Pemerintah (PP) pelaksanaan BPJS Kesehatan. Namun ironisnya, hingga saat ini  satupun belum selesai.

Belum lagi mempersoalkan masyarakat penerima iuran bantuan yang belum ditetapkan, kemudian prosedur integrasi Jamkesda ke BPJS Kesehatan, termasuk soal kelembagaan serta operasional BPJS Kesehatan.

Faktor lain adalah kesiapan infrastruktur kesehatan yang juga harus disediakan Pemerintah demi melaksanakan BPJS Kesehatan. Dia mengatakan, hingga  saat ini, dengan memakai rasio 1:1000 penduduk, masih kekurangan 122 ribu tempat tidur, 3.700 tenaga dokter, 9.500 perawat, dan 5.400 bidan.

"Plus tak ada upaya pemerintah memenuhi itu semua, atau setidaknya berusaha mengurangi kelemahan itu. Sementara dana Kemenkes untuk BPJS relatif tetap tiap tahun," papar Dolfie.

Ia pun mempertanyakan upaya pemerintah dalam menghadapi persoalan itu. Sebab, Fraksi PDI Perjuangan di DPR juga tidak persis sejauh mana kesiapan pemerintahan melaksanakan BPJS nanti.

"Saat BPJS dilaksanakan saat kami reses. Maka kami harapkan pemerintah segera menyelesaikan dalam sembilan hari, minimal untuk peraturan," desak Dolfie yang juga anggota Komisi XI DPR.[wid]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya