Berita

Dunia

Denmark dan Selandia Baru, Negara yang Hampir Bersih dari Korupsi

SELASA, 03 DESEMBER 2013 | 19:11 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah lembaga internasional yang menyorot isu korupsi, Transparency International, menerbitkan indeks persepsi korupsi 2013 melalui situs resminya, transparency.org, pada Selasa (3/12).

Dalam indeks disebutkan bahwa pada 2013, dua per tiga dari 177 negara di dunia memiliki nilai di bawah 50, dari skala nilai 0 (dianggap sangat korup) hingga 100 (dianggap sangat bersih dari korupsi).

"Indeks Persepsi Korupsi 2013 menunjukkan bahwa semua negara masih menghadapi ancaman korupsi di semua tingkat pemerintahan, dari penerbitan izin lokal untuk penegakan hukum dan peraturan," kata Ketua Transparency International, Huguette Labelle, seperti yang diterbitkan di situs tersebut.


Indeks tersebut bertujuan untuk memperingatkan bahwa praktik penyalahgunaan kekuasaan dan penyuapan terus berlangsung di sejumlah negara.

Indeks tersebut sekaligus menobatkan Denmark dan Selandia Baru sebagai negara yang hampir bersih dari praktik korupsi dan sama-sma menduduki posisi pertama dengan nilai 91.

Sedangkan predikat sebagai negara terkorup di dunia disematkan pada Afganistan, Korea Utara, dan Somalia yang sama-sama menduduki posisi buncit dengan mencetak nilai masing-masing adalah 8.

Sementara Indonesia berada di urutan ke 114 dengan nilai 32. Bila dibandingkan negara lainnya di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih kalah dari negara-negara tetangga, seperti Singapura yang berada di posisi kelima dengan nilai 86, Malaysia berada di posisi 53 dengan nilai 50, Filipina di posisi 94 dengan nilai 36, dan Thailand di posisi 102 dengan nilai 35.

Namun,Indonesia masih unggul di atas Vietnam yang menempati posisi 116 dengan nilai 31, Laos di posisi 140 dengan nilai 26, dan Myanmar di posisi 157 dengan nilai 21.

Indeks persepsi korupsi tersebut didasarkan pada pendapat para ahli terkait kasus korupsi di sektor publik.

Selain itu, nilai yang diperoleh masing-masing negara juga didukung dengan penilaian terhadap akses pada sistem informasi dan aturan yang mengatur perilaku orang-orang yang menduduki jabatan publik.

Indeks tersebut juga mempertimbangkan akuntabilitas di sektor publik dan efektifitas institusi publik di setiap negara. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

KPK Tidak Ragu Tetapkan Yaqut Cholil Tersangka

Kamis, 08 Januari 2026 | 20:04

KPK Ultimatum Kader PDIP Nyumarno Hadiri Pemeriksaan

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:47

Wanita Ditembak Mati Agen ICE, Protes Meluas

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:43

Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi Aria Dwi Nugraha Dicecar soal Aliran Uang Suap

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:31

Kader PDIP Nyumarno Mangkir dari Panggilan KPK

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:25

Akademisi UGM Dorong Penguatan Mata Kuliah Ekonomika Koperasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:19

Arab Saudi Klaim Pemimpin Separatis Yaman Selatan Melarikan Diri Lewat Somaliland

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:15

Presiden Prabowo Beri Penghargaan Ketua Umum GP Ansor

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:50

Istri Wawalkot Bandung Menangis di Sidang Praperadilan

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:45

Rizki Juniansyah Ngaku Tak Tahu Bakal Naik Pangkat Jadi Kapten TNI

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:32

Selengkapnya