Berita

fedi fianto/rmol

Pendaki Indonesia Kibarkan Merah Putih di Puncak Ama Dablam

SABTU, 30 NOVEMBER 2013 | 11:32 WIB | LAPORAN:

Pendaki Indonesia berhasil menjejak puncak Gunung Ama Dablam, Nepal pada Jumat, 22 November 2013 lalu. Bendera Merah Putih berkibar pada ketinggian 6812 mpdl tepat pukul 12.15 waktu setempat, setelah melakukan pendakian dari Camp 1 rute Southwest Ridge selama 16 jam.

"Pencapaian ini merupakan prestasi membanggakan bagi Indonesia, karena puncak tertinggi Ama Dablam terkenal sangat sulit didaki. Ama Dablam secara teknis lebih sulit dari pendakian Everest, karena memiliki tingkat kesulitan Grade E5," ujar Fedi Fianto, seorang praktisi media digital yang tergabung dalam tim Gapai Tinggi Indonesia dalam rilis yang diterima redaksi sesaat lalu (Sabtu, 30/11).
 
Kata dia, bagian tersulit dalam pendakian Ama Dablam ini dimulai dari Camp 1 hingga Camp 3 yaitu Yellow Tower, Grey Tower, Mushroom Ridge, yang melewati gigiran jurang. Sementara di bagian akhir menuju puncak adalah rute dinding es dengan tingkat kemiringan 40 derajat, sehingga harus menggunakan fix rope.


"Butuh kemampuan teknis rock climbing dan ice climbing yang handal di sini. Selain itu, tipe gunung ini sangat rentan terhadap cuaca buruk sehingga bisa tiba-tiba diterpa angin kencang," lanjutnya,

Lebih lanjut, Fedi bercerita mengenai pendakiannya itu. Ia mengatakan bahwa tepat pukul 08.00 dirinya sudah berhasil mencapai Camp 3. Saat itu angin dingin sangat kencang menerpa tubuhnya. Suhu saat itu bahkan mencapai -35 derajat celsius. Namun begitu ia tetap meneruskan mencapai puncak dan akhirnya berhasil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih.

“Beberapa pendaki memutuskan turun membatalkan upaya summit. Saya sempat ragu, tapi dengan niat kuat dan melihat pendaki terdepan tetap maju, saya terus melanjutkan pendakian,” demikian kata Fedi yang saat ini masih berada di Tengboche dalam perjalanan kembali ke Kathmandu.
 
Fedi dan Tim Gapai Tinggi Indonesia yang terdiri dari lima orang pendaki kalangan profesional di Jakarta dijadualkan tiba kembali ke tanah air tanggal 6 Desember 2013. [ian]

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

PT DSI Fokus Genjot Ekspor 3 Komoditas Ini

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:53

Kasus Abu Janda jadi Ujian Polri, Akankah Pilih Kasih?

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:32

Nahdliyin DIY Soroti Konflik PBNU dan Arah Organisasi

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:10

Prabowo Dijadwalkan Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Besok

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:01

Kedekatan Prabowo dengan Tiga Pemimpin Adidaya Untungkan Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:43

Kamboja Bebaskan Denda Overstay 5.950 WNI Terjerat Kasus Online Scam

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24

Rekam Jejak Ryamizard Ryacudu: Dari Titisan Darah Militer hingga Kursi Eksekutif

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:05

Meski Disidangkan, Kasus LCC Empat Pilar Perlu Pertimbangkan Jalan Damai

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:44

Program Bioflok Presiden Prabowo di Karawang Sukses Panen Raya 1,2 Ton Ikan Nila

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:34

Warisan Bung Tomo: Lawan Pemimpin yang Tak Berpihak pada Rakyat Kecil!

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya