Berita

hidayat nur wahid/net

Hukum

Hidayat Nur Wahid: Agar Tidak Tersandera, KPK Harus Putuskan Nasib Boediono

SELASA, 26 NOVEMBER 2013 | 13:33 WIB | LAPORAN:

Fraksi Partai Keadilan Sejatera (PKS) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menentukan nasib hukum Wakil Presiden Boediono, dari tuduhan sebagai perampokan uang negara sebesar Rp 6,7 triliun, melalui dalih bailout Bank Century.

Ketua Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid menyatakan, saat ini yang terbaik adalah KPK segera menuntaskan kasus ini supaya Boediono tidak tersandera oleh beragam rumor yang berkembang.

"Selain KPK, saya kira Timwas Century juga segera mengundang Pak Boediono untuk didengar kesaksiannya secara terbuka, karena banyak hal untuk publik bertanya-tanya," kata Hidayat kepada wartawan di Gedung DPR, Selasa (26/11).


Ia juga memberikan masukkan kepada Timwas Century DPR, selain memanggil Boediono, juga meminta keterangan kembali Jusuf Kalla." Keterangan beliau dan Pak JK sangat sinkron. Kalau keduanya diundang saya kira bagus saja," ungkapnya.

Berkaitan dengan proses pemeriksaan Boediono di kantor wapres beberapa waktu lalu, mantan Ketua MPR itu cukup menyayangkan.

"Kenapa kok wartawan saja sampai tidak boleh tahu, seolah-olah sembunyi. Tapi ini bukan satu-satunya, dulu Bu Sri Mulyani. Justru pertanyaannya kenapa kalau pejabat diberi semacam hak istimewa seperti memilih kapan diperiksa, tempatnya dimana. Kalau rakyat biasa bisa kah?" sesal Hidayat.

Mantan Presiden PKS itu juga berharap Ketua KPK Abraham Samad menepati janjinya menuntaskan kasus mega korupsi tersebut.

"Sesuai janji Abraham Samad, dulu pernah berjanji loh, beliau akan menuntaskan kasus Century, dan selesai sebelum tahun 2012 berakhir, dan kalau tidak selesai saya (Abraham) akan pulang kampung. Dan sampai hari ini beliau masih di Jakarta," tandasnya. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya