Berita

Muhaamad Ali

BRI

GCG yang Handal, Kunci Sukses BRI

Oleh : Muhammad Ali
JUMAT, 22 NOVEMBER 2013 | 11:20 WIB

Dalam 10 tahun terakhir PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengalami perkembangan yang sangat pesat. Saat ini Bank BRI dijuluki sebagai bank nasional paling “profitable.”

Transformasi bisnis yang dilakukan BRI dalam 2 (dua) tahun terakhir telah berhasil meletakkan fundamental bisnis yang kokoh, terlihat dari pertumbuhan kredit BRI yang meningkat 29,96% secara year on year, yakni Rp 318,01 triliun pada Q3/2012 menjadi Rp 413,27 triliun pada triwulan 3-2013.

Tidak hanya ekspansif dalam menjalankan bisnisnya, BRI juga sangat concern terhadap kualitas kredit yang disalurkannya, terlihat dari NPL BRI yang hanya sebesar 1,77% per triwulan 3-2013 atau terus menurun dari 2012 lalu 2,33%. Dengan kata lain, BRI juga mampu meningkatkan kualitas pinjamannya.


Sebagai informasi, kenaikan harga BBM sejak tahun 2005 lalu memang berdampak pada kenaikan inflasi. Ketika kenaikan inflasi  mencapai 18.38% pada 2005, NPL industri perbankan mencapai 8.33% (Juni 2006).

 â€œNamun, NPL BRI justru dibawah rata-rata perbankan saat itu.  NPL BRI masih tetap terjaga di level 5.09%. NPL ini, sukses kami tekan terus sampai sekarang. Dengan Inflasi per September 2013 sebesar  8,40%, NPL BRI diproyeksikan tetap terjaga di bawah 2% pada akhir Des 2013,” ucap Sofyan.

Pertumbuhan kredit yang diraih BRI ini ternyata berada di atas rata-rata industry di Indonesia yang tercatat 23,14% (yoy). Dan tidak berhenti dalam sisi Kredit saja, pertumbuhan DPK dan Aset yang dihasilkan BRI juga berada di atas rata-rata industry.

 Perolehan Dana Pihak Ketiga BRI per Sept 2013, mengalami peningkatan 21,87% (yoy), diatas rata-rata industry 15,61%, sementara peningkatan Aset BRI per Sept 2013 tercatat 21,35%, juga diatas rata-rata industry 18,16%.

Pencapaian-pencapaian  diatas juga didukung oleh sistem pengendalian intern BRI yang handal, sesuai prinsip-prinsip good corporate governance, baik yang dilakukan oleh Divisi Audit Intern maupun jajaran Dewan Komisaris. 

Dalam hal ini Dewan Komisaris memegang peranan yang juga penting dalam melakukan pengawasan terhadap kinerja Perusahaan. Pengawasan yang dilakukan oleh Dewan Komisaris, dapat berupa pengawasan aktif, dengan melakukan pembahasan atas pencapaian kinerja secara berkala, atau juga dapat berupa pengawasan pasif, yakni evaluasi atas operasional bank berdasarkan laporan-laporan yang telah diterima. [dzk]


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya