Berita

Gusti Kanjeng Ratu Hemas

Wawancara

WAWANCARA

Gusti Kanjeng Ratu Hemas: Pertemuan Tokoh Politik & Sultan Tidak Bicara Soal Calon Wapres

SENIN, 11 NOVEMBER 2013 | 09:06 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menjelang Pemilu 2014, sejumlah tokoh nasional menemui  Sri Sultan Hamengku Buwono X di Yogyakarta.

Pertemuan sejumlah tokoh itu menimbulkan spekulasi. Ada yang menilai, mereka ingin mendapat dukungan dari Sri Sultan. Tapi ada juga yang menilai, para tokoh itu ingin menggandeng Sri Sultan dalam Pilpres 2014.
 
Menanggapi hal itu, istri  Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mengatakan, sejumlah tokoh nasional menemui suaminya itu hanya  bertukar pikiran.


“Itu pertemuan biasa.  Sebab, Bapak memang suka menerima tokoh nasional,’’ ujar Wakil Ketua DPD itu.

Berikut kutipan selengkapnya:

Masa sih kunjungan biasa saja?
Saya rasa memang demikian. Beliau kan memang biasa menerima para tokoh, baik lokal maupun nasional kok. Tidak ada hal yang perlu dipermasalahkan.

Biasanya apa yang dilakukan atau dibicarakan tokoh politik itu?

Mereka biasanya melakukan pembicaraan mengenai kebangsaan. Sebab, yang datang itu hampir semua tokoh nasional. Tentu wajar membicarakan soal bangsa dan negara demi kesejahteraan rakyat.

Komunikasi yang dilakukan suaminya itu tentu untuk mencari solusi bersama membangun bangsa dan negara.

Kabarnya ada yang menawarkan suami Anda menjadi capres atau cawapres?
Ah, tidak. Paling kalau masalah politik, beliau hanya bicara mengenai konstelasi politik kekinian dan masalah kepemimpinan.

Kalau ada yang mengusung, bagaimana?
Tanya ke beliau dong. Jangan tanya ke saya, he-he-he.

Pemimpin seperti apa dibutuhkan sekarang ini?
Tentu yang diharapkan masyarakat. Pemimpin yang antara ucapan dan  implementasinya jelas ke daerah.

Untuk  saat ini kelihatannya pemimpin seperti itu sangat sedikit.

Apa parpol bisa menjaring pemimpin yang bagus?
Parpol harus mampu menjaring pemimpin. Saat ini hampir semuanya pimpinan parpol akan mencalonkan diri sebagai capres.

Tentu kita bisa memberikan masukan kepada pemimpin parpol, capres yang seperti apa yang diinginkan rakyat.

Apakah capres yang muncul sekarang ini sudah baik?
Capres yang disuguhkan saat ini adalah orang-orang yang dibesarkan oleh media saja.
Kita belum tahu apa yang akan dilakukannya ketika terpilih nanti.

Padahal,  pemimpin yang baik itu adalah orang yang bisa membangun Indonesia Wilayah Timur.

Kenapa harus Indonesia Wilayah Timur?
Bagi saya, kebijakan yang dikeluarkan sekarang ini terllau jauh untuk bisa diakses masyarakat di timur Indonesia.

Pemimpin yang berhasil itu  harus bisa mengayomi rakyatnya dan memenuhi kebutuhan rakyat sesuai yang diinginkan. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya