Berita

jumhur dayat/net

Politik

Mana Nama Sunda di Bursa Capres?

KAMIS, 07 NOVEMBER 2013 | 12:48 WIB | LAPORAN:

Sebagai entitas suku terbesar kedua di Indonesia, keberadaan tokoh suku Sunda malah nyaris hilang dari percaturan politik nasional. Hampir tak ada tokoh etnis Sunda yang disebut pantas melanjutkan estafet kepemimpinan nasional.

Demikian benang merah pemikiran orasi tokoh Sunda, M. Jumhur Hidayat, yang mengemuka dalam acara puncak Dies Natalis Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjajaran, Bandung, Kamis (7/11). Budayawan Acep Iwan Saidi juga turut hadir.

"Ada semacam pernyataan tak tertulis bahwa Presiden RI mesti orang Jawa, karena ia adalah suku terbesar di Indonesia. Tapi kenapa tak ada pemikiran di benak kita bahwa orang Sunda harusnya jadi Wapres, karena dia suku kedua terbesar?" kata Jumhur yang juga Ketua BNP2TKI.


Dia pun meyebut satu-satu para tokoh lembaga negara. Presiden dan Wapres berasal dari Jawa, Ketua DPR dan Ketua DPD dari Sumatera, Ketua Mahkamah Agung asal Sulawesi dan Ketua MK dari Bangka-Belitung.

"Ini harus jadi pemikiran bersama kita sebagai orang Sunda dalam kancah perpolitikan nasional," katanya.

Survei capres saat ini pun tak menyebut-nyebut nama tokoh Sunda.

"Sebut tiga besar, tak ada orang Sunda. Lihat di lima besar, tidak ada juga. Sepuluh besar, sama juga nihil orang kita. Mungkin di seratus besar baru ada, jumlahnya pun bisa dihitung dengan jari," papar Jumhur.

Pernyataan seperti ini, menurut Jumhur, jangan dinilai sebagai pandangan rasis atau mengedepankan kesukuan seraya menegasikan nasionalisme. Ini lebih kepada pertanyaan-pertanyaan alamiah yang mesti dijawab oleh warga Sunda sendiri. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya