Berita

ilustrasi/net

Politik

Software Bangsa Telah Dikuasai Asing, Hardwarenya Bahkan Tinggal Secuil

SELASA, 05 NOVEMBER 2013 | 22:22 WIB | OLEH: M. HATTA TALIWANG

BERITA tentang penyadapan oleh Amerika Serikat dan Australia tidak terlalu mengagetkan. Secara guyon saya pernah katakan, Indonesia tidak usah disadap karena para pemimpinnya sendiri yang melapor rutin ke AS atau negara tuan manapun.

Lebih kurang dua tahun yang lalu saya membaca dari dokumen yang dibuka Wikileaks bahwa di Indonesia ada lebih kurang 17.000 anak muda cerdas tersebar dari Aceh sampai Papua, tersebar di berbagai instansi/profesi, bekerja untuk kepentingan asing. Saat membacanya saya setengah percaya setengah tidak. Apalagi jumlah tersebut dinyatakan sebagai agen untuk sebuah negara.

Mungkin bila bekerja untuk kepentingan Eropa Barat, Asia Timur Timur dan Timur Tengah bisa jadi memang sejumlah itu. Namun ternyata jumlah itu hanya untuk sebuah negara. Karena itu berita penyadapan tidak menarik perhatian. Sudah jadi hal biasa saja di negeri yang telanjang bulat ini.


Indonesia adalah negeri kaya yang kekayaannya tidak pernah habis antara lain karena kekayaan alamnya bisa berproses berulang-ulang. Sementara di belahan lain dunia sedang terjadi krisis dan sepertinya tanpa harapan. Tetapi di Indonesia banyak harapan. Maka tidak heran kalau agen agen dan antek antek asing berkeliaran di Indonesia termasuk Londo Ireng (intel melayu) yang mengabdi untuk mereka.

Indikator kuatnya pengaruh asing di Indonesia antara lain; Pertama, bila kita aktifis yang pro nasional menyelenggarakan event yang menggugat kepentingan asing yang berkaitan dengan exploitasi sumber daya alam, maka banyak tokoh yang tiba-tiba seperti kena penyakit anjing pilek: tidak bisa menggonggong karena kawatir gonggongannya mengenai majikan yang memberinya makan tiap pagi.

Kedua, kadang kawan-kawan lantang bersuara tentang nasionalisme, kedaulatan dalam sumber daya alam dan semacam itu, namun media massa kurang memberi porsi pemberitaan. Saya yakin wartawannya mau datang dan mau menulis tetapi pada tingkatan di atas, karena dikuasai pemilik modal, wallahu alam apa yang terjadi. Pernah sebuah pertemuan dihadiri oleh Pimpinan NU, Muhammadiyah, tokoh aktivis dan lain-lain dengan Pimpinan lengkap DPR RI bicara tentang Kedaulatan RI. Namun praktis tak ada media besar yang memuatnya.

Realitas ini makin menyadarkan bahwa memang negeri ini hampir telak dikendalikan kepentingan asing. Hal lainnya, Negeri ini penuh londo ireng (intel melayu) alias pengkhianat bangsa.

Pada akhirnya cepat atau lambat kalau kaum muda Indonesia tidak sada maka bangsa ini akan mutlak terjajah. “Software bangsa” telah dikuasai asing hardwarenya bahkan tinggal secuil.!

Tujuan kemerdekaan yang jadi cita-cita pendiri bangsa makin jauh dari kenyataan. Pengorbanan para pahlawan telah disia-siakan oleh sebagian besar para pemimpin bangsa saat ini.[***]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya