Berita

ilustrasi

Bisnis

DPR Prihatin Hutan Riau Diobok-obok LSM Asing

Luasnya Makin Menyusut, Kemenhut Diwarning
SENIN, 04 NOVEMBER 2013 | 09:37 WIB

Kalangan DPR mendesak agar Kementerian Kehutanan (Kemnhut) memperhatikan keberadaan Taman Nasional Tesso Nillo (TNTN) agar luasnya tidak makin menyusut. Selain itu, pemerintah pusat dan daerah diminta juga meneliti keberadaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Asing di hutan di kawasan Riau tersebut.

Anggota Komisi IV DPR Wan Abubakar merasa prihatin dengan kondisi Taman Nasional Tesso Nillo (TNTN) di Pelalawan, Riau yang dulu luasnya sampai 83 ribu hektare kini hanya tersisa 24 ribu hektare karena digarap oleh masyarakat. Politisi PPP itu menilai, hal ini terjadi karena tidak adanya ketegasan pemerintah dalam hal ini Kemenhut atas status TNTN.

“Melihat kondisi ini seharusnya Kemenhut melakukan verifikasi di lapangan, apakah lahan tersebut bisa dipertahankan sebagai kawasan taman naisonal atau dikembalikan sebagai lahan produktif untuk rakyat. Awalnya taman nasional hanya 30 ribu hektare, kemudian di perluas menjadi 80 ribu hektare, padahal 50 ribu hektare itu adalah perkebunan produktif,” ujar Abubakar di Jakarta, akhir pekan lalu.


Dilanjutkannya, lahan tersebut memang sudah sejak puluhan tahun lalu di manfaatkan warga sebagai perkebunan kelapa sawit, namun sejak 1986 keluar Surat Keputusan (SK) dari Kemenhut yang menjadikan kawasan tersebut sebagai Taman Nasional.

“Sayangnya, Kemenhut tidak melakukan verifikasi lebih dulu. Dampaknya ya seperti sekarang, penyerobotan lahan oleh masyarakat. Agar TNTN beserta isinya tetap terjaga, maka pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pengawasan dari pemegang izin pemanfatan kawasan hutan PT Inhutani IV, WWF (World Wide Fund) dan masyarakat setempat,” sambungnya.

Dilanjutkan bekas Wakil Gubernur Riau tersebut, Komisi IV DPR sudah pernah meminta Kemenhut untuk melakukan pembenahan di lapangan termasuk memperjelas batas-batas wilayah kawasan taman nasional. Namun, sampai saat ini belum terlaksana.

Sementara itu, Anggota DPRD Riau dari Partai Demokrat, Tony Hidayat meminta pemerintan provinsi (pemprov) mengevaluasi keberadaan LSM atau non government organization (NGO) asing di TNTN. Pasalnya, NGO asing ini merupakan agen luar negeri yang sengaja mencari-cari kesalahan Indonesia untuk menyerang produk-produk negeri ini di pasar internasional. “Kehadiran mereka (NGO asing, Red) patut dievaluasi. Mereka hanya mencari kesalahan-kesalahan Indonesia dengan mengangkat isu tentang lingkungan,” tuturnya kepada riauterkinicom. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya