Berita

ilustrasi/net

Bersaksi untuk Mawar Berduri dan Juga Bunda Putri

SENIN, 14 OKTOBER 2013 | 06:14 WIB | OLEH: M. HATTA TALIWANG

AL KISAH, di sebuah negeri, terjadi penangkapan atas seorang wanita tuna susila. Sebut saja nama wanita itu, Mawar Berduri. Mawar Berduri ditangkap karena menimbulkan keresahan. Bila dibiarkan terus berkeliaraan, banyak orang beranggapan Mawar Berduri bisa jadi pemicu kerusuhan.

Saat Mawar Berduri ditangkap, warga di negeri itu mengeluarkan sumpah serapah, dan juga kata-kata tidak senonoh. Hampir semua warga mencaci dan memaki Mawar Berduri. Cacian bukan saja datang dari para pria, tapi juga dari kaum hawa. Mereka khawatir, karena rasa cemburu yang mendalam, suami-suami mereka akan terjebak rayuan Mawar Berduri.

Singkat cerita, Mawar Berduri di seret ke pengadilan, dan disidang secara terbuka. Dalam situasi dipermalukan, Mawar Berduri menutup mukanya dengan kerudung,  memakai kacamata gelap, sambil menundukkan kepala menghadap hakim.


Kini, hadirin menunggu dengan rasa deg-degan kalimat apa yang akan muncul dari mulut hakim. Suasana hening. Tiba-tiba hakim bertanya.

"Siapa yang akan jadi saksi bahwa Mawar Berduri ini memang pelacur?"

Suasana semakin hening. Tak ada suara, apalagi dari bibir-bibir berbusa yang tadi sebelumnya melontarkan cacian dan makian. satu-satu per satu, pria yang hadir  menarik langkah ke belakang, lalu menghilang. Akhirnya, ruang sidang hanya dihadiri kaum ibu, yang semakin menjadi-jadi mengeluarkan sumpah serapah, tapi enggak juga untuk menjadi saksi.

Karena tak ada yang mau bersaksi bahwa si Mawar Berduri adalah pelacur, si hakim akhirnya membebaskan dari segala tuntutan. Hakim sendiri berkesimpulan, bahwa semua pria di negeri itu pernah tidur dengan Mawar Berduri. Dan kalau semua pria dipanggil lagi, serta dipaksa menjadi saksi, maka bukan hanya keresahan dan kerusuan yang timbul, tapi juga memancing sebuah revolusi.

Bayangkan, dalam konteks lain, bila Bunda Putri hadir sebagai saksi dalam sidang soal sapi dan Hambalang. Benar-benar akan terjadi peristiwa yang dahsyat.

Itulah persoalan kita sekarang. Banyak orang dongkol pada keadaan sosial politik yang dihadapi. Mengeluarkan sumpah serapah atas kebejatan pejabat  atau terhadap tokoh Bunda Putri sekalipun. Namun siapakah yang jantan  tampil menjadi saksi.

Atau, jangan-jangan banyak yang telah kena getah nangka korupsi, sehingga mulutnya tersumbat untuk bicara korupsi? Jangan-jangan pernah tertusuk Mawar Berduri?

Memprihatinkan  membayangkan hari depan bangsa kita, kalau sebagian besar dari kita tak sanggup lagi  memegang obor penerang. Bahkan, sekedar menyalakan sepotong lilin pun tak  percaya dir?  Begitu massifkah kebobrokan di negeri ini? [***]

Penulis adalah Koordinator Gerakan Diskusi 77/78, juga mantan anggota DPR

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya