Berita

Hukum

KPK Sudah Punya Bukti Sebelum Tangkap Akil Cs

KAMIS, 10 OKTOBER 2013 | 06:14 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengantongi bukti transaksi suap menyuap yang menyeret bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar sebelum dilakukan penangkapan pada Rabu malam pekan lalu.

"Kami punya banyak informasi. Informasi itu diklarifikasi kemudian jadi pintu masuk untuk melakukan yang saat ini kami lakukan," ujar Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto kepada media, tadi malam (Rabu, 9/10).

Akil Mochtar ditangkap tim KPK di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra III Nomor 7, Jakarta. Akil diduga menerima suap hampir Rp 4 miliar dalam dua perkara sengketa pemilihan kepala daerah yang ditangani MK. Kedua sengketa pilkada itu terkait dengan Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dan Kabupaten Lebak, Banten.


Akil diciduk bersama politikus Partai Golkar Chairun Nisa dan pengusaha tambang asal Palangkaraya Cornelis Nalau. Pada malam itu tim KPK juga menangkap calon Bupati Gunung Mas incumbent, Hambit Bintih, di salah satu hotel di Jakarta.

Terkait suap kasus sengketa pilkada Lebak, KPK menangkap Susi Tur Andayani dan Tubagus Chaeri Wardana, adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, pada Kamis dini hari pekan lalu. Susi yang merupakan kuasa hukum pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lebak yang disokong keluarga Tubagus Chaeri dan Ratu Atut ditangkap di Lebak. Adapun Tubagus Chaeri ditangkap di sebuah rumah di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan. Tubagus Chaeri disangka mengatur suap untuk Akil melalui Susi.

Sebelum dicokok, KPK sudah mengetahui Susi telah menerima uang dari Tubagus Chaeri yang juga merupakan suami Walikota Tangsek Airin Rachmi Diany di Apartemen Aston milik seseorang berinisial F. Duit dimasukkan ke dalam travel bag biru, lalu dibawa dan disimpan oleh Susi ke rumah orang tuanya di Tebet. Uang tersebut akan diserahkan ke Akil.

"Sekarang sudah banyak bukti untuk merekonstruksi kasus ini," demikian Bambang. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Pernah Tembak Mati Perampok Toko Emas, Eks Kapolres Jakbar Kini Jabat Kapolda Papua Barat

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:17

PIEP Datangkan 450 Ribu Barel Minyak dari Aljazair

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07

Din Syamsuddin Tawarkan Konsep Etika Global Bersama di Forum Internasional Mauritius

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05

KSP Kawal Ketat Kopdes Merah Putih hingga Capai Target

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:04

Strategi Pertamina Trans Kontinental Jaga Stabilitas Kinerja 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:49

Lebih dari 42 Ribu Warga Ikut Pilih Logo HUT RI ke-81

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40

Ketika Demonstrasi Punya Harga, yang Mati Bukan Hanya Integritas Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:34

Forum Bersama Raja Charles III, Jumhur Bicara Kebijakan Pengelolaan Limbah

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30

Menkop Gandeng KSP Percepat Operasionalisasi Kopdes

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:23

AKBP Supriyanto jadi Kapolres Pertama Kawasan IKN

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:20

Selengkapnya