Berita

Hukum

KPK Harus Ambil Alih Kasus Korupsi Bupati Batanghari

RABU, 09 OKTOBER 2013 | 22:31 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk mengambil alih penanganan dugaan korupsi Bupati Batanghari non aktif, Abdul Fattah, terkait proyek pembangunan GOR Muara Bulian dari Kejaksaan.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI), Boyamin Saiman menilai hal itu penting dilakukan mengingat adanya sejumlah kejanggalan yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Jambi dalam melakukan penanganan kasus itu. Kejanggalan itu, antara lain seperti tidak ditahannya Fattah walaupun sudah beberapa kali disidang.

"Karena kasus kemarin bertele-tele, KPK harus menebus dosa masa lalu. Terbukti melimpahkan ke daerah tidak efektiif dan mencemarkan nama baik KPK. Karena sampai disidangkan pun tidak ditahan, itu di luar standar KPK," kata Boyamin, Rabu (9/10).


Sebelumnya dikabarkan Bupati Batanghari non aktif, Abdul Fattah yang saat ini tengah menjalani proses persidangan Tipikor Jambi terkait korupsi armada damkar tahun 2004, ternyata masih terlibat kasus korupsi lain yang sampai saat ini masih belum diungkap oleh penegak hukum. Yaitu terkait pembangunan Gedung Olahraga di Muara Bulian saat dia masih menjabat sebagai Bupati Batanghari periode 2001 sampai 2006.

Data yang  beredar di kalangan media, bahwa dia telah menyalahgunakan jabatannya melakukan penunjukan langsung kepada PT Waskita Karya untuk pembangunan GOR yang menelan biaya hampir Rp34 miliar. Lewat surat Nomor: 119/3576/BP - 01/SPK/WK/Wil.I-CSJ/2005 tertanggal 31 Agustus 2005 kerjasama pembangunan tanpa proses lelang tersebut resmi berlangsung, yang ditandatangani oleh Bupati Abdul Fattah, Kepala Cabang Waskita Karya Jambi, Wirya Adnyana, serta disetujui Ketua DPRD saat itu Burhanuddin Mahir.

Ada apa dengan Abdul Fattah, mengapa KPK melimpahkan penanganan kasus korupsi tersebut ke Kejaksaan Tinggi Jambi. Seberapa hebatkah Fattah sehingga sudah beberapa kali persidangan baru di nonaktifkan, dan sampai sekarang pun masih belum dilakukan penahanan. Padahal masih ada kasus korupsi lain yang belum terkuak. Kuat dugaan hal ini bisa terjadi karena jabatannya sebagai Ketua DPC Partai Demokrat.[dem]


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya