Berita

Hukum

Pengacara PDIP Laporkan Perkara Pilkada Bermasalah yang Ditangani Akil

SENIN, 07 OKTOBER 2013 | 13:56 WIB | LAPORAN:

Markas Abraham Cs kedatangan tim hukum dan advokasi DPP PDI Perjuangan, di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (7/10) siang.

Para pengacara ini datang untuk menyerahkan sejumlah laporan terkait adanya indikasi suap dalam beberapa perkara Pilkada.  
Ketua tim hukum dan advokasi DPP PDIP Arteria Dahlan menjelaskan, langkah ini sebagai tindak lanjut dari pertemuan yang digelar beberapa waktu lalu.

"Yang ingin saya sampaikan hingga saya hadir disini hanya untuk menyampaikan kepada teman-teman KPK terkait dengan adanya indikasi pemilukada yang pertimbangannya sangat bermasalah, miskin pertimbangan hukum, jauh dari fakta maupun jauh pula dari rasa keadilan masyarakat," ujarnya saat ditemui di gedung KPK.

"Yang ingin saya sampaikan hingga saya hadir disini hanya untuk menyampaikan kepada teman-teman KPK terkait dengan adanya indikasi pemilukada yang pertimbangannya sangat bermasalah, miskin pertimbangan hukum, jauh dari fakta maupun jauh pula dari rasa keadilan masyarakat," ujarnya saat ditemui di gedung KPK.

Arteria pun mencontohkan, sengketa Pilkada di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Saksi yang dihadirkan mengetahui adanya pemberian uang sejumlah Rp 2,5 miliar - Rp 3 miliar dalam Pilkada ini. Hal serupa terjadi pada Pilkada di Kabupaten Tebo. Indikasinya jelas, seseorang melaporkan kepada ketua sebuah partai bahwa Pilkada Tebo akan diulang. Padahal saat itu belum ada putusan yang diberikan. Sedangkan penyimpangan dalam Pilkada Bali, pemilih diperbolehkan memilih lebih dari satu kali.  

Anehnya, ketiga sengketa Pilkada ini ditangani oleh Akil Mochtar sebagai majelis hakim. Setidaknya ada 12 kasus Pilkada bermasalah yang ditangani oleh Akil. Belasan sengketa Pilkada yang bermasalah itu terjadi di kota Palembang, Kabupaten Empatlawang, Kabupaten Tebo, Kabupaten Waringin Barat, Kabupaten Nias Selatan dan juga Kabupaten Nias Utara.

Kemudian Pilkada Kabupaten Gunungmas, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Lebak, Provinsi Bali, Provinsi Jawa Barat, dan Provinsi Sumatera Utara.[wid]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya