akil mochtar-sby/net
akil mochtar-sby/net
RMOL, Presiden harus segera mengeluarkan Keputusan Presiden yang memberhentikan sementara Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dari jabatannya setelah Akil ditetapkan sebagai tersangka penerima uang suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Demikian seruan dari Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia Fakultas Hukum Universitas Indonesia (Mappi-FHUI). Mappi juga meminta MK segera menetapkan ketua yang baru untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.
Dalam rilis yang dikirimkan Staf Peneliti, Muhammad Rizaldi, pada Kamis (3/10), ditegaskan juga bahwa isu deligitimasi wewenang MK, tidak tepat dan prematur hanya karena perkara Akil Mochtar. Upaya kriminalisasi terhadap salah satu hakim MK tidak dapat dijadikan alasan tunggal untuk mencabut salah satu kewenangan MK. Mappi FHUI menolak segala upaya deligitimasi lembaga yang didasari pada kriminalisasi salah satu oknum saja.
Populer
Senin, 27 Juli 2026 | 19:53
Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58
Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00
Senin, 27 Juli 2026 | 01:03
Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44
Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02
Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58
UPDATE
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56