Berita

robert tantular/net

Politik

Robert Tantular Serahkan Bukti Kejanggalan Bailout Century

SENIN, 30 SEPTEMBER 2013 | 11:34 WIB | LAPORAN:

Bekas pemilik Bank Century Robert Tantular lagi-lagi memenuhi panggilan dari penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Robert yang mengenakan batik hijau lengan panjang tersebut, tiba di markas Abraham Samad Cs pada pukul 10.15 WIB. Ia tampak didampingi kuasa hukumnya, Andi F. Simangunsong yang membawa seberkas surat.

"Kita hari ini akan menyerahkan beberapa bukti kepada penyidik KPK. Nanti Pak Robert akan serahkan," ujar Andi di gedung KPK, Senin (30/9).


Ada tiga surat yang ditunjukkan oleh Andi kepada awak media. Pertama adalah surat pernyataan dari Bank Century yang menyatakan bahwa mereka membutuhkan dana sebesar Rp 1 triliun untuk menyelamatkan Bank Century. Kedua adalah letter of intent dari Sinar Mas Group yang membuktikan bahwa sejak 16 November 2008, Sinar Mas sudah berniat untuk mengambil alih Bank Century.

Yang ketiga adalah surat pernyataan pemegang saham Bank Century yakni Robert Tantular. Di surat terakhir ini berisi pernyataan bahwa Robert memiliki hak untuk turut menyetorkan 20 persen dari dana yang dibutuhkan oleh negara untuk menyelamatkan Bank Century. Andi juga membawa rincian penggunaan dana bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun.

"Disini terlihat ada dana lebih dari Rp 2 triliun dana Bank Century ditempatkan di BI. Untuk apa kalau perlu 6,7 triliun tapi 2,2 triliun ditempatkan kembali ke BI. Itu menjadi tanda tanya besar dalam perkara ini. " ujar Andi.

Robert sendiri akan meminta KPK agar bekerja sama dengan pihak PPATK untuk menelusuri aliran dana bailout tersebut.

"Apakah memang digunakan untuk operasional bank Century ataukah ada pihak lain yang turut menikmati dana tersebut," tukas Andi.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya