Berita

polusi kendaraan/net

Politik

Tulus Beberkan Sembilan Kebohongan Pemerintah Terkait Mobil Murah

SABTU, 28 SEPTEMBER 2013 | 10:37 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Setidaknya ada sembilan kebohongan pemerintahan SBY-Boediono yang ditemukan dalam dukungan terhadap produksi mobil murah (low cost green car/LCGC).

Sembilan kebohongan itu diungkapkan Anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta, Tulus Abadi, dalam diskusi yang mengkaji kebijakan mobil murah dan perbandingannya dengan transportasi publik, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (28/9)

Pertama, tentang klaim "low cost". Menurut dia, klaim itu melecehkan rakyat Indonesia. Dia tegaskan bahwa masyarakat kelas menengah ke bawah tidak memprioritaskan mobil. Istilah low cost itu masih tergolong mahal untuk mobil sejenis di India yang harganya di bawah Rp 50 juta.


"Di sini, mobil Rp 70 juta itu masih minimalis, kalau ditambah aksesoris lain pasti harganya mendekati Rp 100 juta, belum lagi kalau belinya kredit, tambah Rp 30 juta lagi. Jadi mobil murah itu harganya sekitar Rp 120 juta. Apanya yang murah," terangnya.

Kepalsuan kedua pada klaim "green car". Menurutnya, mobil murah yang dibanggakan pemerintah itu tetap memakai bahan bakar minyak walau CC-nya kecil. Tidak mungkin pengguna mobil murah mau memakai bahan bakar mahal (non-subsidi), sementara mobil mewah tetap diperbolehkan memakai BBM bersubsidi.

Kebohongan selanjutnya adalah terkait istilah mobnas atau mobil nasional. Nyatanya, mobil murah masih tergantung pada komponen impor 60 persen. Agen Tunggal Pemegang Merek disebutnya sebagai benalu yang merajai industri mobil. Tak ada sejarah yang menyebut mereka bersedia mentransfer teknologi ke industri dalam negeri. Menurutnya, teknologi harus dicuri.

Selanjutnya, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) ini meragukan wacana pemerintah untuk mengekspor mobil murah. Dia tekankan bahwa industri dalam negeri belum punya prestasi untuk ekspor produk otomotif. Kemudian, soal mobil murah yang dikhususkan untuk masyarakat pedesaan.

"Mobil murah ini dari desainnya saja sudah kelihatan city car, lagipula orang kampung tak minta mobil. Spesifikasi mobil murah ini untuk kota Jakarta," tegasnya.

Lalu, soal wacana memakai bahan bakar gas. "Gasnya mana, infrastrukturnya mana? Pemerintah selalu bilang nanti-nanti saja. Pakitsan yang sama-sama dengan Indonesia memulai program bahan bakar gas sampai sekarang sudah memilik 3500 Stasiu Pengisian Bahan Bakar Gas," lanjutnya.

Dia juga menyinggung kebohongan pemerintah bila program tersebut disebut sebagai antisipasi globalisasi. Dan, komitmen presiden tentang penyelamatan bumi pun terlihat cuma omong kosong dari program tersebut.

"Terakhir, pemerintah bilang bahwa mobil murah dapat mengalihkan pesepeda motor ke kendaraan roda empat. Padahal, kantong mereka tak cukup untuk beli ini (mobil murah). Inilah klaim utopis dari mobil murah," urainya. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya