Berita

Koperasi Warga Semen Gresik Masuk Rangking 233 Skala Dunia

JUMAT, 27 SEPTEMBER 2013 | 17:44 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

  Ambisi Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM untuk dapat menembus rangking dalam 300 koperasi berskala dunia akhirnya terkabul. Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG), satu dari lima kandidat koperasi terbesar Indonesia yang diajukan Kemenkop dan UKM ke ICA (International Cooperative Alliance) , sejak dua tahun lalu, akhirnya masuk bahkan langsung nangkring di peringkat ke-233 sebagai koperasi besar berskala dunia.

Walaupun baru akan diumumkan secara resmi di Capetown, Afrika Selatan, pada 5 Nopember 2013 nanti, tapi kebenaran itu sudah bisa dicek di berbagai web atau media online. Karena pihak ICA telah mempublish ke seluruh dunia beberapa hari terakhir.

Menteri Koperasi  dan UKM Syarief Hasan mengaku bangga dan meminta seluruh koperasi di Indonesia ikut merayakan prestasi ini. Karena sejak berpuluh-puluh tahun merdeka, akhirnya ada satu koperasi asal Indonesia yang berada di peringkat berskala dunia. Tahun depan, Menkop makin bersemangat untuk mendorong pengajuan lima kandidat koperasi besar Indonesia lagi.


Termasuk lima kandidat koperasi yang sebelumnya diajukan, seperti Koperasi Syariah Sido Giri, Koperasi Karyawan Telekomunikasi Selular, Koperasi Karyawan Indosat, dan Koperasi Karyawan, dan koperasi nonkaryawan lainnya.

“Saya merasa media perlu menyebarluaskan berita ini. Karena ini merupakan berita kebanggaan bangsa Indonesia, terutama para penggiat koperasi dan UKM. Karena satu koperasi yang sejak  awal saya jadi menteri koperasi mencita-citakan supaya ada koperasi  Indonesia yang diakui dunia atau masuk dalam 300 koperasi berskala dunia,” ujar Syarief Hasan, Menkop dan UKM membeberkan usai shalat Jumat di gedung Kemenkop dan UKM, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat (27/9).

 Seperti diketahui, waktu Menkop menghadiri sidang tentang SME (small medium enterprise) atau koperasi di PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa), New York Amerika Serikat mengusulkan kepada ICA agar penilaian untuk masuk dalam koperasi berskala dunia itu salah satunya mengenai seberapa apa pendapatan yang bermanfaat bagi anggotanya. Jadi bukan hanya tern over pendapatannya, tapi jumlah anggota yang menikmati hasil daripada koperasi itu.

 â€œUsul saya ternyata diterima dan Alhamdulillah itu menjadi salah satu acuan oleh ICA. Saya mengucapkan selamat pada para koperasi Indonesia, karena kita berhasil masuk 300 dunia. Langsung masuk rangking 233 dunia, ini kebanggaan bagi koperasi dan pemerintah SBY selama perjalanan sekian puluh tahun merdeka baru kali ini kita Kementerian Koperasi berhasil menyakinkan koperasi dunia,” pujinya.

Setiap koperasi besar, asal Negara-negara masing-masing itu dievaluasi betul-betul badan independen dunia yang bekerja sama universitas di Perancis.
 â€œSalah satu penilaiannya adalah pendapatan yang dikaitkan dengan GDB (Grade Domestik Bruto,red). Dan koperasi karyawan Semen Gresik mempunyai GDB 45 ribu dolar sekian,” ujar Syarief yang mengaku lupa angka persisnya. [dzk]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya