Berita

BUSYRO MUQODDAS/NET

Hukum

Busyro Belum Tahu Kapan Boediono Diperiksa

KAMIS, 26 SEPTEMBER 2013 | 15:37 WIB | LAPORAN:

Berkas perkara korupsi dana talangan senilai Rp 6,7 triliun ke Bank Century yang sempat mangkrak, kembali ditelisik oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Satu per satu pejabat yang hadir dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada 24 November 2008 silam, pun telah dipanggil penyidik KPK untuk menjalani pemeriksaan. Beberapa di antaranya ada Sri Mulyani yang ketika itu menjabat menteri Keuangan sekaligus ketua KSSK, kemudian Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) saat itu, Fuad Rahmany dan Budi Mulya.

Lantas kapan giliran Wakil Presiden Boediono diperiksa?


"Iya itu kan kalau betul jadwalnya, kepentinganya sejauh mana itu kan yang tahu penyidik, saya belum akses sehingga belum bisa memberitahu kapan yang bersangkutan akan diperiksa," ujar Wakil KPK Busyro Muqqodas yang ditemui usai acara Forum Group Discussion di gedung KPK, Kamis (26/9).

Busyro juga enggan menjelaskan ada tidaknya pengaruh jabatan Boediono sebagai wapres sehingga belum jua dipanggil sejak terakhir diperiksa pada tahun 2010 lalu, saat kasus Century dalam tahap penyelidikan.

"Mempengaruhi atau tidak, saya tidak masuk ke sana. KPK on the track memanggil seseorang kalau sudah ada kepentingan hukumnya," tegasnya.

Namun ia merasa heran jika ada asumsi bahwa KPK takut memanggil Boediono.

"Aneh ya ada pertanyaan seperti itu. Kok aneh ya ada pertanyaan seperti itu ke KPK," tukasnya.

Padahal sebelumnya Ketua KPK Abraham Samad telah memastikan bahwa Boediono akan diperiksa tahun ini, Pemeriksaan Boediono selaku gubernur Bank Indonesia ketika itu, akan dilakukan setelah pemeriksaan mantan Deputi Gubernur BI yang sudah menjadi tersangka, Budi Mulya.KPK menilai Boediono berperan dalam pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) ke Bank Century pada 2008.[wid]


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya