Berita

imam anshori saleh/net

Hukum

Wakil Ketua DPR: Imam Anshori Harus Sebut Nama dan Fraksi Penyuap

RABU, 25 SEPTEMBER 2013 | 13:33 WIB | LAPORAN:

. Komisioner Komisi Yudisial (KY) terus didesak agar membeberkan siapa anggota Komisi III DPR yang berupaya meyuap dalam forum seleksi calon hakim agung pada tahun 2012.

"Agar tak jadi polemik berkepanjangan, KY seharusnya membeberkan saja secara jelas siapa oknum yang dimaksud dan dari fraksi mana," kata Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, kepada wartawan di gedung DPR, Rabu (25/9).

Menurut pejabat teras Partai Golkar itu, kalau KY memiliki bukti-bukti upaya penyuapan maka KY tak perlu sungkan.


Terkait dengan panggilan Badan Kehormatan (BK) terhadap pimpinan KY, Imam Anshori Saleh, Priyo juga mendukungnya. Siang ini petinggi KY yang menjadi saksi penyuapan itu memenuhi panggilan BK. Imam adalah pihak yang pertama kali menyebutkan ada upaya suap dari setidaknya tiga anggota Komisi III kepada dirinya, sebagai upaya meloloskan calon hakim agung tertentu.

"Dalam pemeriksaan di BK itu beberkan saja. Siapa anggota Komisi III yang dimaksud, yang akan menyuap? Sehingga perkaranya menjadi jelas dalam hal ini," ujarnya lagi.

Siang ini, BK memanggil Imam Anshori Saleh. Sebelumnya, ia mengaku mengalami sendiri upaya suap dalam seleksi calon hakim agung. Imam mengaku kerap mendapat telepon dari para anggota Dewan di beberapa fraksi yang meminta calon tertentu diloloskan dalam seleksi awal calon hakim agung di internal KY. Anggota Dewan bahkan sempat menjanjikan imbalan sebesar Rp 1,4 miliar jika calon tersebut lolos. Namun, akhirnya Imam menolak tawaran itu. [ald]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya