Berita

setya novanto/net

Hukum

KPK Dalami Kasus E-KTP, Setya Novanto Akan Dipanggil

SELASA, 24 SEPTEMBER 2013 | 19:01 WIB | LAPORAN:

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, menyatakan, pihaknya akan mendalami dugaan korupsi dalam proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP). Laporan kasus E-KTP saat ini masih berada di bagian Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK.

"Kami akan kumpulkan semua sebagai bahan informasi laporan-laporan dan  dalami semua informasi," kata Samad di Jakarta, Selasa (24/9).

Proses pendalaman di KPK biasanya bervariasi. Selain mengumpulkan data, KPK juga akan memanggil sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam dugaan korupsi tersebut.


Salah satu nama yang santer disebut mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin adalah Bendahara Umum Partai Golkar, Setya Novanto. Nazaruddin yang sudah jadi terpidana kasus korupsi Wisma Atlet, selalu membawa nama Setya Novanto bila ditanya siapa otak korupsi proyek itu.

"Siapapun yang ada dalam hasil pendalaman kami, maka akan kami panggil untuk dimintai klarifikasinya," tegas Samad.

Nazaruddin juga menyebutkan nama-nama sejumlah pimpinan badan anggaran dan komisi II DPR yang diduga ikut kecipratan duit dari proyek E-KTP. Mereka yakni, Melchias Markus Mekeng (Golkar), Olly Dondokambey (PDIP), dan Mirwan Amir (Demokrat).  Melchias dan Mirwan Amir sama-sama menerima US$ 500 ribu. Sedangkan Olly Dondokambey menerima US$ 1 Juta.

Sementara pimpinan Komisi II DPR yang disebut menerima adalah Chairuman Harahap US$ 500 ribu; Ganjar Pranowo US$ 500 ribu, dan Arif Wibowo menerima sebesar US$ 500 ribu. Mendagri Gamawan Fauzi juga disebut ikut kecipratan dana, dalam dokumen yang disebar ke wartawan itu.

Dari semua nama tadi, semuanya membantah terlibat korupsi proyek itu. Bahkan, menteri Gamawan sudah melaporkan balik Muhammad Nazaruddin ke Polda Metro Jaya. [ald]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya