Berita

net

Hukum

CENTURYGATE

KPK Diminta Periksa Keberadaan Uang Rp 2,2 triliun di Bank Indonesia

JUMAT, 20 SEPTEMBER 2013 | 13:46 WIB | LAPORAN:

Robert Tantular melalui kuasa hukumnya, Andi F. Simangunsong, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk telusuri kebenaran dana Bank Century yang disimpan di Bank Indonesia dalam bentuk sertifikat Bank Indonesia (SBI) senilai Rp 2,2 triliun.

Andi menduga pencatatan itu palsu sehingga kemungkinan dana tersebut telah digunakan pihak lain untuk kepentingan tertentu.

"Apakah betul dananya ada, ataukah itu hanyalah pencatatan palsu saja. Kami minta KPK menelusuri itu," kata Andi saat mendampingi Robert Tantular menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (20/9).


Andi enggan menuding partai politik tertentu sebagai pihak yang diduga kuat menggunakan dana (bail out) itu untuk kepentingan politik, yaitu Partai Demokrat.

"Kalau itu kami serahkan ke proses penyidikan. Jadi, yang kami minta KPK untuk menelusuri kebenaran dana Rp 2,2 triliun," tutur Andi.

Namun, ia tidak menyangkal bahwa ada aliran dana yang harus dipertanyakan. Menurutnya, hal ini seharusnya dapat ditanyakan secara langsung kepada Drs. Haji Maryono, Direktur Utama Bank Mutiara (dulu bernama Bank Century).

Andi juga meminta KPK mengusut rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KKSK) pada 23 November 2008 yang memutuskan tambahan dana talangan bagi bank tersebut. Karena, Robert sendiri menganggap Rp1 triliun sudah cukup menyelamatkan Century, seperti yang dimintanya pada 29 Oktober 2008.

Robert Tantular pun sempat mengakui adanya penyalahgunaan dana talangan Bank Century hingga Rp 3,2 triliun.

Robert Tantular kembali menjalani pemeriksaan lanjutan mengenai  penyidikan kasus pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Mantan pemilik Bank Century ini diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Budi Mulya. [ald]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya