Berita

fuadf rahmany/net

Hukum

CENTURYGATE

Fuad Rahmany Jelaskan Lagi Isi Rapat 24 November 2008

SELASA, 17 SEPTEMBER 2013 | 12:59 WIB | LAPORAN:

Direktur Jenderal (Dirjen Pajak) Kementerian Keuangan Ahmad Fuad Rahmany meninggalkan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 12.40 WIB, setelah menjalani pemeriksaan penyidik untuk kasus Bank Century.

Fuad Rahmany yang mengenakan kemeja putih garis-garis lengan panjang diperiksa untuk merampungkan berkas pemeriksaan atas nama tersangka Budi Mulya (mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia).

Oleh wartawan, Fuad yang kedatangannya sempat tak terendus, terus dicecar pertanyaan sekitar rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).


"Pokoknya saya hari ini ditanya apa yang saya lihat dan apa yang saya dengar pada saat rapat tanggal 24 November 2008. Itu saja. Kan saya narasumber yang hadir (dalam rapat)," tegasnya, di teras gedung KPK, Selasa siang (17/9).

Saat diperiksa, ia diperdengarkan lagi rekaman rapat dan penyidik KPK menanyakan apa maksud dari beberapa dialog di dalam rapat tersebut. Ketika rapat-rapat KSSK berlangsung, Fuad Rahmany hadir sebagai Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) yang dimintai pandangannya.

Dari beberapa sumber data yang didapatkan redaksi diketahui bahwa Senin, 24 November 2008, dana Penyertaan Modal Sementara (PMS) dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ke Bank Century melonjak menjadi Rp 1 triliun. Padahal, dalam rapat KSSK 21 November 2008 tidak ada pembahasan angka sebesar itu. Dalam rapat itu disebutkan bahwa untuk membuat CAR Bank Century menjadi 8 persen hanya diperlukan dana Rp 632 miliar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun dikabarkan sempat meradang karena merasa tak diberitahu soal pengucuran lonjakan dana sebesar itu. Dalam notulensi rapat KSSK tanggal 24 November 2008, tergambarkan pula bahwa Sri Mulyani baru menyadari data BI di bawah kendali Boediono (saat itu Gubernur BI), tidak akurat. Tapi, setelah melihat semua kejanggala itu Sri Mulyani tidak melapor ke aparat hukum. Ia malah mengadu ke Wakil Presiden saat itu, Jusuf Kalla. Sri Mulyani mengaku telah "ditipu" oleh para pejabat BI. [ald]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya