Berita

robert tantular/net

Hukum

CENTURYGATE

Robert Tantular Tidak Mau Disalahkan Sendirian

SENIN, 16 SEPTEMBER 2013 | 18:57 WIB | LAPORAN:

Mantan bos Bank Century, Robert Tantular, sudah selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Budi Mulya terkait dugaan korupsi dalam proses Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Untuk kesekian kali, Robert mengaku dicecar penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pertanyaan seputar pencairan dana Rp 6,7 triliun.

"Tadi bicara soal Rp 6,7 triliun, fokus di dana Rp 6,7 triliun," ujar Robert, usai jalani pemeriksaan, di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (16/9).


Robert mengaku bahwa dirinya telah mempelajari hasil audit BPK dan menemukan beberapa orang yang diduga menyalahgunakan dana talangan tersebut sejumlah Rp 3,2 triliun. Robert tidak terima ditunjuk sebagai pihak tunggal yang bertanggung jawab atas cairnya dana dan penyelewengan dana talangan tersebut.

"Dana bail out dikucurkan dari 24 November 2008 sampai Juli 2009. Direksi dan komisaris lama sudah diberhentikan 21 November. Saya sudah ditahan di Mabes Polri 25 November 2008. Tapi kenyataannya Rp 6,7 triliun disalahkan ke saya bahwa saya yang merampok," tutur Robert dengan nada kesal.

Namun jurubicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui hasil audit yang disampaikan oleh Robert.

"Yang pertama, saya tidak tahu hasil audit yang dimaksud Robert. Yang kedua, keterangan yang diperoleh oleh tim penyidik tentu akan digunakan untuk mengembangkan kasus dengan melakukan kroscek dan validasi," ujar Johan. [ald]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya