Berita

ilustrasi/net

Wanita di Suriah Melahirkan Tanpa Bantuan Medis

SENIN, 16 SEPTEMBER 2013 | 14:57 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

Sistem kesehatan di Suriah saat ini dalam keadaan bahaya. Pasalnya, adanya serangan terhadap rumah sakit, staff kesehatan yang diserang, dipenjara atau kabur dari negara itu, hingga organisasi kemanusiaan dilarang menemui pasien. Akibatnya, sebagian besar warga Suriah sama sekali tidak memiliki akses kesehatan.

Hal itu terungkap dalam surat terbuka dari 55 dokter dan profesional, termasuk tiga peraih penghargaan nobel.

Para penandatangan surat terbuka yang terbentang dari lima benua itu menyatakan saat ini 469 pekerja kesehatan ditahan dan sekitar 15000 dokter pergi keluar negeri.


Di kota terbesar di Suriah, Aleppo, hanya ada 36 perawat dibandingkan dengan sebelum perang saudara yang mencapai angka 5000 perawat.

Seperti dilansir The Guardian, Senin (16/09), para penandatangan dalam surat itu juga mengungkapkan banyak wanita di Suriah yang melahirkan tanpa mendapat bantuan medis, operasi dilakukan tanpa obat bius, anak-anak tidak mendapat vaksi dan korban kejahatan seksual tidak menadpatkan pertolongan.

Pemenang Nobel tahun 2008 dan 2011 dalam bidang pengobatan, Dr Harald zur Hausen dari Jerman dan Jules Hoffmann dari Perancis dan mantan Direktur Jenderal WHO, Gro Harlem Brundtland turut ikut membubuhi tanda tangan dalam surat terbuka tersebut.

"Untuk meringankan efek terhadap warga sipil dalam konflik ini dan serangan kepada sistem kesehatam juga bantuan untuk rekan kami, kami meminta pemerintah Suriah dan semua pihak yang bersenjata untuk tidak menyerang rumah sakit, ambulans, suplai dan fasilitas kesehatan, pasien dan pekerja kesehatan," ujar para penandatangan dalam surat terbuka itu.

Kondisi di Suriah juga semakin parah dengan adanya wabah cacar yang mulai menyebar di daerah utara Suriah, ditambah dengan meningkatnya kasus diare dan penyakit kulit akut. Belum lagi korban kanker yang tidak mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Sementara itu menurut World Health Organization (WHO), 37% rumah sakit di Suriah hancur dan 20% lagi rusak parah. [zul]

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Perkuat Inovasi, Anak Usaha Pertamina Sabet Penghargaan CCSEA Enam Kali

Sabtu, 23 Mei 2026 | 00:19

Tio Aliansyah Diadukan ke DKPP Gegara Ikut Helikopter Bareng Anggota KPU

Jumat, 22 Mei 2026 | 23:55

Legislator Kebon Sirih Ingin jadi Batman Benahi Gotham City

Jumat, 22 Mei 2026 | 23:35

173 Bandit Jalanan di Jadetabek Sukses Diringkus Polisi

Jumat, 22 Mei 2026 | 23:15

Kejagung Didesak Bongkar Pihak Terkait Bos Tambang di Kalbar Tersangka Korupsi

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:53

Tata Kelola RSUD dr Soedarso Disorot, Utang Pengadaan Obat Tembus Rp29 Miliar

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:49

Energy AdSport Challenge Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:47

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Komisioner Pertamina: Perempuan Jangan Takut Masuk Dunia STEM

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:15

Fraksi PKB Bakal Panggil Kapolda dan Kajati Kalbar

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:12

Selengkapnya