Berita

FOTO:NET

Hukum

Ketua PPATK Serahkan Temuan Baru Suap SKK Migas ke KPK

SENIN, 16 SEPTEMBER 2013 | 12:23 WIB | LAPORAN:

Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf kembali melakukan koordinasi dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya datang untuk koordinasi beberapa hal yang saya kira perlu untuk disinkronkan," ujar M. Yusuf setiba di gedung KPK, Jakarta, Senin 916/9).

Meski begitu, Yusuf tetap merahasiakan hal-hal apa saja yang perlu disinkronkan itu. Kata Yusuf lagi, kedatangannya hari ini juga untuk memberikan temuan-temuan baru yang perlu disikapi oleh KPK, termasuk soal aliran dana SKK Migas ke pihak lain.


"Antara lain soal itu (aliran dana SKK Migas). Semua yang kira-kira perlu didalami, kita sampaikan (ke KPK)," tambahnya.

Ditanyai seputar pertemuan yang terjadi antara Direktur Kernel Oil Simon Gunawan Tanjaya dan Kepala SKK Migas non-aktif Rudi Rubiandini, M. Yusuf menegaskan bahwa hal itu bukan yang menjadi fokus PPATK.

"Data kita tidak bicara tentang fisik orang bertemu atau tidak, tapi transaksi atau tidak," tegasnya.

Diketahui, Wakil Kepala PPATK Agus Santosa juga pernah menyerahkan temuan dalam kasus dugaan suap kegiatan di SKK Migas. . Namun ia pun tak menjelaskan lebih lanjut data apa yang diserahkannya itu.

Kasus ini bermula saat tim penyidik KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap Rudi Rubiandini, Simon Tanjaya dan Deviardi. Yang kemudian mereka langsung ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus suap terhadap Rudi Rubiandini ini.

KPK menyangkakan tuduhan pemberi suap kepada Simon dan diduga melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a dan b atau Pasal 13 UU 31/1999, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat 1 ke-(1) KUHP.

Sementara Rudi dan Ardi disangkakan Pasal 5 ayat (2) atau Pasal 11 atau Pasal 12 huruf a atau UU Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-(1) KUHP.[wid]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya