Berita

FOOT:NET

Hukum

Polri Harus Kembali ke Marwah Tribrata

MINGGU, 15 SEPTEMBER 2013 | 14:58 WIB | LAPORAN:

Serangkaian aksi penembakan terhadap anggota kepolisian membuat rasa aman masyarakat terusik. Dan, peristiwa itu bukan kasus biasa.

Demikian dikatakan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) Alif Kamal kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (15/9).

"Apalagi korban adalah anggota kepolisian Republik Indonesia. Institusi ini justru yang bertanggung jawab untuk menciptakan rasa aman kepada masyarakat," kata Alif.


Aksi penembakan tersebut hingga saat ini belum terpecahkan. Hal itu mengundang tanya apa yang terjadi dengan lingkungan sosial masyarakat dan polisi. Ataukah ada persoalan lain dalam tubuh Polri terhadap lingkungan sosialnya?

"Secara sederhana kehidupan sosial masyarakat saat ini sepertinya tak ada masalah. Meskipun terjadi kesenjangan sosial antara si kaya dengan si kaya atau si kaya dengan si miskin," jelasnya.

Hanya saja, kasus penembakan anggota polisi itu seolah memperlihatkan hilangnya hubungan sosial di masyarakat. Untuk itu menurut Alif, perlu ada evaluasi di internal Polri sendiri. Hal itu penting dilakukan mengingat Polri diamanatkan oleh negara  untuk menciptakan dan menjaga rasa aman masyarakat.

"Evaluasi internal penting dilakukan agar imej polisi yang selama ini kurang bagus di mata masyarakat bisa kembali normal," kata Alif lagi.

Pesimisme masyarakat terhadap kepolisian ini bukan tanpa alasan. Sejak pisah dari TNI dan berdiri sendiri hampir tiap hari masyarakat dipertontonkan ulah oknum anggota kepolisian baik yang berpangkat tinggi, menengah maupun yang berpangkat rendahan berperilaku tidak simpati.  Bahkan, dalam beberapa kesempatan, lembaga-lembaga survei anti korupsi kerap menempatkan institusi Polri sebagai lembaga terkorup di Indonesia seperti yang pernah dirilis oleh Transparency Internasional Indonesia (TII) 10 Juli 2013 yang silam.

"Jadi penting bagi petinggi dan jajaran kepolisian untuk mengembalikan marwah Tribatra," demikian Alif.[wid]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya