Berita

Mario Carmelio Bernado/net

Hukum

Djodi Disuruh Staf Panitera MA Ambil Duit Suap dari Keponakan Hotma Sitompoel

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2013 | 15:55 WIB | LAPORAN:

Djodi Supratman, pegawai Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Mahkamah Agung mengaku uang suap yang diterimanya dari advokat Mario Carmelio Bernado selanjutnya bakal diberikan ke Staf Panitera di Mahkamah Agung (MA), Suprapto.

"Ya betul, seperti itulah," kata Djodi usai menjalani pemeriksaan lanjutan di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (13/9).

Perkara suap yang melibatkan Djodi bermula dari operasi tangkap tangan (OTT). Kala itu, Djodi ditangkap di bilangan Monas, Jakarta Pusat, setelah menerima duit dari keponakan Hotma Sitompul, Mario Carmelio Bernardo. Mario pun dicocok di kantornya. KPK juga menyita uang sebesar Rp50 juta dari rumah Djodi di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, dan Rp78 juta di dalam tas Djodi.


Saat ditanya apakah uang suap itu akan diberikan ke Hakim yang menangani perkara kasasi tindak pidana penipuan pengusaha Hutomo Wijaya Onggowarsito, Djodi mengklaim tak mengetahuinya. Tapi, dia pastikan bahwa yang menyuruh mengambil uang itu adalah Suprapto.

"Belum tahu saya (uang itu ke Hakim). Tapi seperti itu (disuruh Suprapto)," terang dia.

Suprapto sendiri hari ini dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait perkara suap pengurusan perkara Hutomo Wijaya Onggowarsito. Namun, informasinya yang bersangkutan mangkir.

Sebelumnya pengacara Djodi, Jusuf Siletty usai mendampingi kliennya diperiksa, di Gedung KPK, Rabu, (11/9) lalu menerangkan kliennya hanya menjadi perantara sekaligus penghubung dalam perkara ini.

"Konstruksinya Mario minta bantuan pada Djodi. Djodi (kemudian) minta bantuan kepada orang di MA. Mario bilang bisa bantu nggak? Dia (Djodi) bilang bisa membantu Mario melalui orang MA yang berinisial S," jelas Jusuf, kala itu. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya