Berita

Bisnis

Investasi Peternakan Sapi di Australia Bertentangan dengan Program PSDS 2014

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2013 | 13:38 WIB | LAPORAN:

Rencana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berinvestasi dengan membeli peternakan sapi di Australia menunjukan bahwa pemerintah lebih serius mendorong stabilisasi harga dibandingkan mendukung program swasembada daging sapi nasional (PSDS) 2014 berbasis produksi dalam negeri.

Padahal, keberhasilan PSDS 2014 diharapkan tidak hanya dapat memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional, tetapi juga peningkatan pendapatan dan kesejahteraan peternak serta pertumbuhan ekonomi nasional.

Anggota DPR RI Komisi IV Ma’mur Hasanuddin menyesalkan langkah sepihak Kementerian BUMN tersebut mengingat pengembangan daging sapi bisa dilakukan secara massif dan terintegrasi di dalam negeri.


"Ada baiknya saat ini pemerintah fokus dalam mensukseskan swasembada daging sapi nasional di tahun 2014 dengan mengembangkan peternakan sapi di dalam negeri, karena sesungguhnya tidak ada hambatan teknis yang berarti jika pemerintah memiliki komitmen dalam mewujudkan itu," ujarnya melalui keterangan pers, Jumat (13/9).

Tahun ini, menurut rencana ada dua BUMN akan menanamkan investasi lahan ternak sapi di Australia. Pemerintah bahkan telah menganggarkan dana sekitar Rp 1-2 triliun untuk membeli saham lahan ternak sapi di sana.

"Seharusnya pemerintah mendorong investasi sapi di dalam negeri, karena akan memberikan multiplier effect yang luar biasa terhadap ekonomi nasional dan peternak lokal," kritiknya.

Ma’mur menambahkan, selama ini program swasembada sapi tidak dilakukan secara menyeluruh dan didukung secara optimal dari lintas kementerian maupun pemangku kepentingan. Padahal secara lahan, sumber daya manusia dan teknologi diseminasi sapi bisa dikembangkan di dalam negeri. Selama ini manajemen produksi tidak berjalan dengan optimal karena tidak adanya sistem yang terintegrasi antara hulu (produsen) dan hilir (pasar).

Legislator dari Jabar ini menyesalkan bahwa pemerintah tidak mentaati rencana PSDS 2014 yang sudah direncakan sejak lama, karena sesungguhnya tidak ada klausul perencanaan yang menyebutkan bahwa pengembangan daging sapi nasional dengan membeli peternakan di luar negeri.

"Sangat ironis langkah Kementerian BUMN, bukannya mengembangkan pertanian lokal dan mengundang investor asing ke Indonesia, justru lebih senang melakukan shortcut (jalan pintas) dengan membeli lahan peternakan di Australia yang tidak akan memberikan dampak kepada peternak lokal," sesal Ma’mur.

Sekedar catatan, dalam cetak biru Program Swasembada Daging Sapi (PSDS) 2014 terungkap bahwa dengan tambahan anggaran Rp 10,65 triliun yang bersumber dari dana APBN dan APBD, Kementerian Pertanian akan mampu meningkatkan populasi sapi pada tahun 2014 sebanyak 14,23 juta ekor dari populasi pada tahun 2009 sebanyak 12,61 juta ekor.[wid]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya