Berita

Batubara Ilegal

Bisnis

Penambangan Batubara Ilegal Meluas, Negara Tekor Rp 7 Triliun

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2013 | 09:25 WIB

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat maraknya penambangan batubara ilegal merugikan negara triliunan rupiah.

Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Thamrin Sihite mengakui, kerugian yang harus ditanggung negara dari aktivitas penambangan batu bara ilegal diperkirakan mencapai Rp 7 triliun tahun ini.

Menurutnya, kerugian ini dialami pemerintah karena banyaknya penambahan kontrak izin pertambangan ilegal. Disebut ilegal lantaran kontrak tersebut ternyata palsu.


Selain itu, kerugian negara juga muncul dari maraknya pelabuhan-pelabuhan ilegal yang mengakomodir oknum penambang batubara melakukan aktivitas ekspor tanpa melengkapi perizinan.

“Ada yang disebut pelabuhan tikus, banyak di Indonesia untuk mengekspor,” tegasnya.

Sementara, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, pengusaha sebaiknya tidak memprotes rencana pemerintah menaikkan royalti tambang batubara. Sebab, kebijakan itu diambil untuk meningkatkan kualitas pemeliharaan lingkungan.

“Royalti itu ada hal-hal yang digunakan untuk reklamasi. Untuk hal-hal seperti itu, jadi kita jangan melihatnya memberatkan pengusaha, tapi lebih memberikan kebaikan pada masyarakat,” ujar Hatta.

Untuk diketahui, pemerintah berencana menaikkan royalti batu bara bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) menjadi 10-13,5 persen dari harga jual mulai Januari 2014.

Namun, Hatta tidak menutup kemungkinan nilai royalti bisa lebih kecil dari itu, tergantung hasil kajian dari Kementerian ESDM.

“Royalti sejauh ini yang sedang dibahas ESDM, dan itu harus dikaji terus, bisa saja 13,5 persen untuk IUP enggak sampai segitu,” cetusnya.

Sebelumnya, Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) meminta pemerintah untuk membatalkan rencana menaikkan tarif royalti batu- bara bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Pengurus APBI Pandu Sjahrir mengatakan, meski pemerintah ngotot menerapkan kebijakan tersebut, hal itu tidak serta merta dapat meningkatkan penerimaan negara dari sektor pertambangan.

Sebaliknya, kebijakan ini dinilai hanya akan menambah banyak penambang batu bara ilegal yang justru merugikan pendapatan negara. “Ekspor ilegal sekarang masih cukup besar, ilegal bisa 56 juta ton per tahun,” tandas Pandu. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya